Submitted: 20 Dec 2022 Reviewed: 23 Dec 2022 Accepted: 24 Dec 2022 DOI: https://doi.org/10.54256/isrj.v2i2.86 86 Indonesian Sugar Research Journal December 2022, Vol. 2 No. 2 page: 86-94 p-ISSN: 2275-2100 e-ISSN: 2798-5415 Pengendalian Penyakit Luka Api pada Tanaman Tebu dengan Fungisida Flutriafol Controlling Sugarcane Smut Disease Using Flutriafol Fungicide Ari Kristini 1) , Herwan Cahyono Adi 1) , Alfarina Kardianasari 2) , Faizal Donny Rifai 2) , dan Wiwit Wicaksono Jati 1) 1) Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia, Pasuruan 2) Puslit Gula Jengkol, PTPN X, Surabaya Alamat korespondensi, Email: arikristini27@gmail.com ABSTRAK Penyakit luka api merupakan salah satu penyakit paling merugikan pada tanaman tebu. Penyakit ini dilaporkan kembali menyerang pertanaman tebu di Indonesia sejak akhir tahun 2016. Salah satu penyebab dari ledakan penyakit luka api akhir-akhir ini adalah adanya dominasi varietas tebu Bululawang yang rentan terhadap penyakit luka api. Untuk mengurangi serangan penyakit luka api di kebun tebu perlu dicoba pengendalian kimiawi menggunakan fungisida. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas fungisida Flutriafol terhadap penyakit luka api baik pada tanaman pertama (PC) maupun pada tanaman keprasan (RC). Metode pengujian efektivitas fungisida Flutriafol untuk penyakit luka api yang digunakan adalah dengan menyemprotkan fungisida pada benih tebu saat tanam dan pada bidang potong tanaman sesudah dikepras. Hasil penelitian menunjukkan fungisida Flutriafol dengan konsentrasi 2,6 mL/L yang diaplikasikan 1 kali saat tanam atau setelah kepras, dapat menekan persentase kejadian penyakit luka api pada tanaman PC dan RC sampai dengan umur 6 bulan. Efikasi fungisida Flutriafol pada PC dan RC masing-masing pada kisaran 83-84% dan 81,25- 90,08%. Kata kunci: penyakit tebu, luka api, flutriafol, uji efikasi ABSTRACT Sugarcane smut is one of the most detrimental diseases in sugarcane plantation. The incursion of the disease was reported again since at the end of 2016. One of the causes of the disease incursion was the dominancy of one sugarcane variety that is susceptible to smut, namely Bululawang. Smut disease can be controlled by spraying fungicides In order to reduce the incidence of smut disease, its control using a fungicide was needed. The the aim of this research was to examine the efficacy of the Flutriafol fungicide in controlling smut disease in plant cane and ratoon cane. The method used for fungicide effectiveness trials was spraying on the seedcanes at planting time or on plants after ratooned. The results showed that once application of the Flutriafol fungicide at a dose of 2.6 mL/L could be used to control smut infected on Plant Cane (PC) and Ratoon Cane (RC). The application was done at planting time for PC and after ratooning for RC. The efficacy of Flutriafol fungicide at PC and RC ranged from 83-84% and 81.25-90.08%, respectively. Keywords: sugarcane disease, smut, flutriafol, effectiveness trials