95 E-Structural (English Studies on Translation, Culture, Literature, and Linguistics) Vol 7 No 02 p-ISSN: 2621-8844, e-ISSN: 2621-9395 http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/estructural English Language Hegemony in Digital Marketing Contents in Indonesia Bayu Ade Prabowo 1 , Yuniarto Rahmad Satato 2 , Agi Rafli Nurmeidy 3 , and Euodia Bernike Kurnia Eka Sugiarto 4 1,2,3,4 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang, Semarang, Indonesia. 1 bayuprabowo@stiepari.ac.id 2 yuniartosatato@stiepari.ac.id 3 agilrafli123@gmail.com 4 euodiabernike01@gmail.com Article History: Submitted September 20 th , 2024; Accepted November 12 th , 2024; Published November 29 th , 2024 Abstract. This study examined the prevalence of English in digital marketing content among Indonesian startups, exploring the balance between global linguistic trends and local language use in an emerging digital economy. The research analyzed digital marketing materials from 10 prominent Indonesian startups across various sectors using qualitative content analysis. The findings reveal a strategic bilingual approach, with 42.3% English, 53.7% Indonesian, and 4.0% mixed language use overall. Significant variations were observed across digital platforms, industry sectors, and content types. Websites and app descriptions showed higher English usage, while social media favored Indonesians. Technology and fintech startups used more English (56.8%), contrasting with education and healthcare startups' preference for Indonesian (70.4%). Theoretically, this study contributes to understanding of strategic bilingualism and linguistic adaptation in digital marketing by demonstrating how language choices reflect both global aspirations and local market demands. Empirically, the findings reveal that Indonesian startups employ a systematic approach to language selection across different platforms and sectors, with technology companies favoring English (56.8%) while education and healthcare sectors predominantly use Indonesian (70.4%), indicating a careful balance between international reach and local engagement in their digital marketing strategies. Keywords: bilingual strategies; content analysis; English hegemony; Indonesian startups Abstrak. Penelitian ini mengkaji prevalensi bahasa Inggris dalam konten pemasaran digital di kalangan startup Indonesia, mengeksplorasi keseimbangan antara tren linguistik global dan penggunaan bahasa lokal dalam ekonomi digital yang sedang berkembang. Menggunakan analisis konten kuantitatif, penelitian ini menganalisis materi pemasaran digital dari 10 startup Indonesia terkemuka di berbagai sektor. Temuan menunjukkan pendekatan bilingual strategis, dengan penggunaan bahasa Inggris 42,3%, bahasa Indonesia 53,7%, dan campuran 4,0% secara keseluruhan. Variasi signifikan diamati di berbagai platform digital, sektor industri, dan jenis konten. Website dan deskripsi aplikasi menunjukkan penggunaan bahasa Inggris yang lebih tinggi, sementara media sosial lebih memilih bahasa Indonesia. Startup teknologi dan fintech menggunakan lebih banyak bahasa Inggris (56,8%), berbeda dengan startup pendidikan dan kesehatan yang lebih memilih bahasa Indonesia (70,4%). Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang strategi dwibahasa dan adaptasi linguistik dalam pemasaran digital dengan menunjukkan bagaimana pilihan bahasa mencerminkan aspirasi global dan tuntutan pasar lokal. Secara empiris, temuan menunjukkan bahwa startup Indonesia menerapkan pendekatan sistematis dalam pemilihan bahasa di berbagai platform dan sektor, dengan perusahaan teknologi lebih memilih bahasa Inggris (56,8%) sementara sektor pendidikan dan kesehatan lebih dominan menggunakan bahasa Indonesia (70,4%), yang mengindikasikan keseimbangan yang cermat antara jangkauan internasional dan keterlibatan lokal dalam strategi pemasaran digital mereka. Kata kunci: analisis konten; hegemoni bahasa Inggris; startup Indonesia; strategi dwibahasa