447 April 2021, Volume 3, Nomor 1, Halaman 447— 462 e-ISSN:2685-1873 DOI: https//doi.org/10.30598/arbitrervol3no1hlm447- 462 PELESTARIAN BAHASA TULEHU BERBASIS SINERGISITAS MASYARAKAT DAN SEKOLAH DI KECAMATAN SALAHUTU, MALUKU TENGAH Romilda Arivina da Costa ronaromilda70@gmail.com Mariana Lewier analewier@gmail.com Chrissanty Hiariej chrissantyhiariej@yahoo.com Safira Hasanah Aulia Ode safirahasanaauliaode@gmail.com Universitas Pattimura Abstrak: Bahasa daerah akhir-akhir ini menjadi permasalahan penting karena cukup banyak yang telah ditinggalkan penuturnya, terutama generasi muda. Mereka cenderung menggantikan bahasa daerahnya dengan bahasa lain (terutama dengan bahasa Melayu lokal), seperti bahasa Melayu Ambon (dialek Ambon) sehingga bahasa daerahnya terus tergerus. Padahal, bahasa daerah mencirikan identitas dan mencerminkan budaya. Untuk itu, membangun kesadaran generasi muda sebagai pewaris bahasa daerah identik dengan membangun kecintaan generasi muda akan bahasa daerahnya. Melihat korelasi timbal balik antara pendidikan dengan membangun kecintaan berbahasa daerah yang bermuara pada pelestariannya, maka penelitian menyangkut pelestarian bahasa Tulehu berbasis sinergitas masyarakat dan sekolah di Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah dilakukan. Tujuannya untuk mendeskripsikan situasi kebahasaan di tengah masyarakat penutur bahasa Tulehu, ranah-ranah penggunaan bahasa Tulehu, dan upaya pelestarian yang telah dilakukan pihak masyarakat dan sekolah terhadap kelestarian bahasa Tulehu. Dengan pendekatan kualitatif, metode yang dimanfaatkan untuk mengumpulkan data adalah observasi, survei, dan wawancara. Sumber data penelitian adalah para responden dan para informan dari generasi muda (GM), generasi transisi (GT), dan generasi lanjut usia (GL) yang berprofesi tenaga edukatif, petani, montir, juga tukang bangunan, serta generasi muda yang berstatus pelajar, mahasiswa dan para sarjana. Hasil penelitian memberi gambaran bahwa penggunaan bahasa Tulehu masih berlangsung pada ranah keluarga, ranah ketetanggaan, dan ranah keakraban dengan tingkat kekerapan 50%. Kata Kunci: pelestarian, bahasa Tulehu, masyarakat, sekolah, ranah