JLK Vol 2, No 2 September 2019 Submitted 21-07-2019; Revised 03-09-2019; Accepted 30-09-2019 62 Sentiment Analysis Terhadap Tweet Bernada Sarkasme Berbahasa Indonesia Lanny Septiani 1 , Yuliant Sibaroni 2 Fakultas Informatika, Universitas Telkom Jl Telekomunikasi No.1 Bandung 1 lannyspt@students.telkomuniversity.ac.id 2 yuliant@telkomuniversity.ac.id AbstrakSarkasme dapat mengubah polaritas kalimat dari positif atau negatif menjadi sebaliknya. Sementara senti-men analisis pada sosial media sudah banyak dimanfaatkan, tetapi masih jarang sekali ditemukan sentimen analisis yang mempertimbangkan pendeteksian sarkasme didalamnya. Hal ini tentu akan mempengaruhi kualitas dari hasil analisis. Percobaan mengenai sentimen analisis dengan pendeteksian sarkasme lebih sering ditemukan pada penggunaan bahasa Inggris. Oleh karena itu, dengan mengacu pada penelitian yang dilakukan pada tweet berbahasa Inggris, pada penelitian ini kami menganalisa sentimen analisis bernada sarkasme pada Tweet berbahasa Indonesia dengan menggunakan fitur interjeksi dan unigram sebagai fitur utama oendeteksi kalimat sarkasme serta membandingkan 2 metode klasifikasi yaitu Naive Bayes dan Support Vector Machine dengan kernel polinomial. Fitur interjeksi menyatakan fitur yang memuat kata-kata yang mengungkapkan perasaan dan maksud seseorang, sedangkan fitur unigram merupakan kumpulan kata tunggal yang diperoleh dari korpus secara otomatis. Hasil eksperimen menunjukkan penggunaan fitur interjeksi dan unigram sebagai pendeteksian sarkasme pada tweet berbahasa Indonesia mampu meningkatkan akurasi dengan rata-rata kenaikan akurasi lebih dari 8% untuk classifier Naive Bayes dan lebih dari 13% untuk classifier Support Vector Machine dibandingkan hanya menggunakan fitur unigram saja. Hasil lainnya adalah akurasi terbaik adalah metode Naive Bayes dengan akurasi terbaik yang diperoleh mencapai lebih dari 91. Kata kuncisentimen analisis, sarkasme, twitter, interjeksi, bahasa Indonesia I. PENDAHULUAN Di-era globalisasi ini, penggunaan sosial media semakin meningkat. Orang-orang memanfaatkan sosial media sebagai sarana penyampaian aspirasi dan pendapatnya terhadap suatu hal secara bebas di internet. Salah satu sosial media yang sering digunakan untuk beraspirasi adalah Twitter. Twitter dianggap sebagai sosial media yang mudah untuk digunakan dan sangat cepat dalam menyebarkan informasi. Kini penggunaan Twitter tidak hanya sebatas kepentingan pribadi saja, namun sering dikaitkan erat dengan beberapa topik lainnya seperti kepentingan politik maupun bisnis. Perusahaan atau instansi terkait membutuhkan pendapat atau aspirasi dari pengguna Twitter secara umum untuk tujuan tertentu, salah satunya dengan melakukan analisis sentimen terhadap pendapat umum tersebut. Sentimen analisis adalah riset komputasional dari opini, sentimen, dan emosi yang diberikan secara tekstual untuk menentukan apakah teks tersebut bermakna positif atau negatif. Dalam kalimat sarkasme, hal yang terjadi justru berbeda dimana kalimat sarkasme umumnya justru bermakna positif tetapi menggambarkan situasi yang sebaliknya[1]. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Antonakaki dkk.[2] pada saat masa pemilihan presiden Amerika Serikat, tercatat 11% pengguna Twitter yang aktif dalam isu pemilihan presiden tersebut menggunakan kalimat sarkasme dalam mengutarakan pendapatnya. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan majas sarkasme pada sosial media Twitter masih sering ditemukan. Menurut Lunando dan Purwarianti [3] menyatakan bahwa kalimat sarkasme pada topik makanan, kehidupan, dan kesehatan jarang sekali ditemukan. Akan tetapi pada topik pemerintahan, merek, atau politik penggunaan kalimat sarkasme sering ditemukan. Maynard dan Greenwood dalam penelitiannya, menyatakan bahwa sarkasme digunakan oleh orang-orang karena dianggap sebagai bentuk penyampaian emosi dengan tujuan menghibur, sehingga penggunaan sarkasme terlihat tidak terlalu serius namun emosi yang ingin disampaikan tetap tersirat[4]. Menentukan sentimen pada kalimat sarkasme masih menjadi sesuatu yang sulit dilakukan dalam pemrosesan teks, bahkan oleh manusia sekalipun. Sarkasme adalah suatu majas yang dimaksudkan untuk menyindir, atau menyinggung seseorang atau sesuatu. Majas ini menggunakan kata yang terbalik dari maksudnya dan memiliki struktur penulisan yang tidak baku, sehingga sulit untuk dideteksi. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Rajadesingan dkk. [5] bahwa salah satu karakter