82 DOI: 10.33221/jpmim.v3i03.2121 Vol. 03, No. 03, 2022 Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi- BerbagiSerupa 4.0 Internasional. Submited: 23/09/22 Accepted: 29/11/22 Review: 10/10/22 Published: 31/12/22 Efektivitas Penyuluhan Kesehatan Cermat Pilih Makanan, Remaja Sehat Bebas Obesitas Pada Siswa SMK Lulu’ul Badriyah Program Studi Sarjana Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia Maju Jl. Harapan No.50 Lenteng Agung Jagakarsa Jakarta Selatan DKI Jakarta *Email:lulubadriyah91@gmail.com Abstrak Prevalensi obesitas pada remaja mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Salah satu penyebab tingginya kasus obesitas adalah pola makan berubah. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk memberikan edukasi terkait makanan sehat kepada remaja/pelajar untuk mencegah gizi lebih dan obesitas pada remaja. Adapun metode kegiatan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan dengan sasaran 29 siswa kelas XII SMKN 62 Jakarta. Kegiatan ini berlangsung selama 120 menit, dari pukul 09.00 wib sampai dengan 11.00 wib. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan siswa yang terlihat dari adanya perbedaan signifikan antara nilai prestest dengan postest. Pemberian edukasi melalui penyuluhan merupakan upaya yang efektif yang dapat digunakan dalam edukasi gizi dan kesehatan. Disarankan supaya sekolah rutin memberikan penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa untuk hidup sehat. Abstract The prevalence of obesity in adolescents has increased very significantly. One of the causes of the high number of cases of obesity is that the diet changes. The purpose of community service activities is to provide education related to healthy food to adolescents/students to prevent overnutrition and obesity in adolescents. The method of activity in this community service activity is counseling with a target of 29 class XII students of SMKN 62 Jakarta. This activity runs for 120 minutes, from 09.00 a.m to 11.00 a.m. The results of the counseling showed a significant increase in student knowledge as seen from the significant difference between the prestest and postest scores. Providing education through counseling is an effective effort that can be used in nutrition and health education. It is recommended that schools routinely make health education to increase students' knowledge and awareness for healthy living. Keywords: obesity, adolescence, conseling Kata Kunci : obesitas, remaja, penyuluhan Pendahuluan Masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak ke masa dewasa dimana terjadi perubahan signifikan baik dalam pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial. 1 Dari segi fisik remaja mengalami pertambahan massa otot dan lemak serta perubahan hormonal sehingga mempengaruhi kebutuhan gizinya. 2 Selain itu, remaja juga mengalami perubahan gaya hidup dan kebiasaan makan sehingga remaja banyak menghabiskan waktu di luar rumah yang dapat mempengaruhi remaja konsumsi makanan tinggi kalori yang berdampak pada obesitas. 2,3 Secara global, prevalensi obesitas pada remaja mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Prevalensi obesitas meningkat secara drastis dari hanya 4% pada tahun 1975 menjadi lebih dari 18% pada tahun 2016. Ada lebih dari 340 juta anak dan remaja usia 5-19 tahun mengalami overweight dan obesitas pada tahun 2016. 5 Secara nasional, prevalensi remaja usia 15-18 tahun yang memiliki berat badan