Konservasi Hayati 21(1), 2025 https://ejournal.unib.ac.id/index.php/hayati 37 Konservasi Hayati Vol. 21 No. 1, April 2025 p-ISSN: 0216-9487; e-ISSN: 2722-1113 Available Online at : https://ejournal.unib.ac.id/hayati/issue/view/1949 This is an open access article under the CC-BY-SA international license. Potensi Pengembangan Koridor Siamang (Symphalangus syndactylus) Melalui Pendekatan Lansekap Ekologi dan Kearifan Lokal Lubuk Larangan di Perkebunan Kelapa Sawit Surya Purnama 1,* , Fachruddin M. Mangunjaya 1 , Tatang Mitra Setia 1 , Syahrial Anhar Harahap 2 1 Prodi Magister Biologi, Fakultas Biologi dan Pertanian, Universitas Nasional, Jakarta, Indonesia, 12550 2 PT Kencana Sawit Indonesia, Departemen HCV, Multivision Tower Lt. 15, Jakarta Selatan, Indonesia, 12980 *Corresponding author: uya.baskoro@gmail.com Submitted: 26 Feb 2025 Revised: 10 Apr 2025 Accepted: 5 Mei 2025 Published: 26 Mei 2025 ABSTRAK Salah satu strategi pembangunan koridor habitat Siamang (Symphalangus syndactylus) adalah dengan menghubungkan petak-petak hutan konservasi di dalam konsesi perusahaan perkebunan sawit maupun dengan kawasan hutan di luar konsesi. Strategi ini memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi siamang untuk bertahan hidup secara optimal. Penelitian ini dilakukan di PT Kencana Sawit Indonesia (PT. KSI), Kabupaten Solok Selatan, yang mengalokasikan 1.800 hektar sebagai area konservasi. Sejak 2014, PT KSI bekerja sama dengan BKSDA dan Yayasan Kalaweit Indonesia telah menjalankan program reintroduksi Siamang di area konservasi seluas 800 hektar, dengan 18 individu dilepasliarkan dan enam kelahiran tercatat. Kajian ini menggunakan metode analisis vegetasi untuk menilai daya dukung habitat di sepanjang sempadan sungai, serta Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali persebaran dan nilai kearifan lokal lubuk larangan. Pendekatan lanskap konservasi telah mulai dikembangkan dengan memanfaatkan empat sempadan sungai sebagai koridor penghubung antar petak hutan di dalam konsesi, yang juga berpotensi menghubungkan area konservasi dengan kawasan Taman Nasional Gunung Kerinci Seblat (TNGKS). Hasil analisis menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman jenis vegetasi di dalam konsesi tergolong tinggi, sementara di luar konsesi tergolong sedang. Pemanfaatan lubuk larangan memperlihatkan bahwa pelibatan masyarakat dalam menjaga sempadan sungai mendukung konservasi ekosistem dan sumber daya ikan. Model lanskap konservasi ini berpotensi diadopsi untuk pengembangan koridor habitat berkelanjutan yang menghubungkan kawasan konservasi PT. KSI dengan TNGKS. Kata Kunci: Kearifan Lokal, Koridor, Lubuk Larangan, Perkebunan Kelapa Sawit, Siamang ABSTRACT One of the key strategies for developing habitat corridors for the Siamang (Symphalangus syndactylus) is by connecting conservation forest plots within oil palm plantation concessions to forested areas outside the concession boundaries. This approach allows Siamangs to access larger movement areas, increasing their chances of long-term survival. This study was conducted at PT. Kencana Sawit Indonesia (PT. KSI), located in Solok Selatan District, has allocated 1,800 hectares as conservation areas within its concession. Since 2014, PT KSI, in collaboration with the Natural