33
Daya Tahan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sektor Perikanan Kabupaten Takalar .......................... (Syamsari., et al)
Copyright © 2022, MARINA
Daya Tahan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
Sektor Perikanan Kabupaten Takalar Pada Era Ketidakpastian
The Resilience of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs)
of Takalar District Fisheries in the Era of Uncertainty
*Syamsari
1
, M Syamsul Maarif
1
, Elisa Anggraeni
2
, dan Siti Amanah
3
1
Sekolah Bisnis, IPB University
Gd. SB-IPB Kampus IPB Gunung Gede, Jl. Raya Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Indonesia
2
Fakultas Teknologi Pertanian, IPB University
Kampus IPB Darmaga, Jl. Lingkar Akademik, Kec. Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia
3
Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, IPB University
Gedung Wing 1 – Level 5, Jalan Kamper, Kampus IPB Darmaga Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Diterima tanggal: 8 Desember 2021 Diterima setelah perbaikan: 23 Maret 2022
Disetujui terbit: 23 Juni 2022
ABSTRAK
UMKM pada era ketidakpastian membutuhkan beberapa faktor untuk bertahan menghadapi
gangguan yang terus-menerus terjadi, tidak terduga, dan makin kompleks. Pendekatan holistik yang
menggunakan empat teori, yaitu teori sumber daya, teori entrepreneurial orientation, teori corporate
entrepreneurship, dan teori entrepreneurship ecosystem dibutuhkan untuk memperkuat daya tahan
UMKM. Penelitian ini bertujuan menemukan formulasi faktor yang membentuk daya tahan UMKM dan
memilih bisnis UMKM yang memiliki daya tahan tinggi. Lokasi penelitian berada di Kabupaten Takalar,
Sulawesi Selatan dan penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2021.
Data diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh dua puluh orang pakar untuk menyusun ranking empat
belas kriteria yang berasal dari empat teori yang mendasari penelitian. Analisis data dilakukan dengan
menggunakan metode Eckenrode untuk memperoleh bobot setiap kriteria dan metode TOPSIS untuk
menetapkan bisnis yang memiliki daya tahan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan urutan bobot empat
belas kriteria dari terbesar ke terkecil, yaitu sumber daya (0,111), pasar (0,108), perilaku inovatif (0,103),
strategi (0,93), perilaku proaktif (0,093), pembiayaan (0,087), pengambilan risiko (0,075), kebijakan
(0,073), agresivitas kompetitif (0,063), proses (0,061), supporting (0,054), struktur (0,036), budaya
(0,028), dan perguruan tinggi (0,015). Urutan bobot kriteria tersebut ditetapkan sebagai formulasi faktor
yang membentuk daya tahan UMKM. Bisnis UMKM yang memiliki daya tahan tinggi adalah rumput
laut karena memiliki koefisien kedekatan tertinggi (0,815). Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa
formulasi faktor yang membentuk daya tahan UMKM secara berurut adalah sumber daya, pasar, perilaku
inovatif, strategi, perilaku proaktif, pembiayaan, pengambilan risiko, kebijakan, agresivitas kompetitif,
proses, supporting, struktur, budaya, dan perguruan tinggi. UMKM sektor perikanan yang memiliki daya
tahan tinggi adalah UMKM yang berbisnis rumput laut.
Kata Kunci: daya tahan; UMKM; perikanan; ketidakpastian; Eckenrode; TOPSIS; keberlanjutan
ABSTRACT
Facing the era of uncertainty, MSMEs need several factors to survive due to unpredictable and
complex disruption. A holistic approach that uses four theories, namely resource theory, entrepreneurial
orientation theory, corporate entrepreneurship theory and entrepreneurship ecosystem theory is needed
to strengthen the resilience of MSMEs. The research aims to find the formulation of factors forming the
resilience of MSMEs as well as to choose the kind of MSMEs businesses that have strong resilience.
The location of the research was in Takalar Regency, South Sulawesi. The research was carried out
*
Korespodensi penulis:
Email: syamsarikitta2217@gmail.com
DOI: http://dx.doi.org/10.15578/marina.v8i1.10636
BULETIN ILMIAH MARINA
SOSIAL EKONOMI KELAUTAN DAN PERIKANAN
http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/mra
p-ISSN: 2502-0803
e-ISSN: 2541-2930
Nomor Akreditasi: 10/E/KPT/2019