Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(3), 2023 | 3799 Volume 7 Issue 3 (2023) Pages 3799-3808 Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini ISSN: 2549-8959 (Online) 2356-1327 (Print) Pola Asah, Asih, Asuh dalam Implementasi Pembelajaran Seni Tari Wura Bongi Monca Ikhwan 1 , Joko Pamungkas 1 Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia (1) DOI: 10.31004/obsesi.v7i3.3582 Abstrak Pendidikan dalam konteks budaya diajarkan pada anak sejak usia dini sebagai salah satu muatan lokal bahkan menjadi kegiatan wajib. PAUD Bintang Ranggasolo meyakini bahwa pengenalan budaya lokal harus dilakukan dan memiliki banyak cara untuk mengenalkan budaya. Salah satu tarian yang diajarkan pada lembaga yaitu tarian Wura Bongi Monca. Pelaksanaan kegiatan tari Wura Bongi Monca terdapat kaitan dengan visi lembaga yaitu aspek asah, asuh, dan asih. Penelitian mengguanakan dengan pendekatan data kualitatif. Sumber responden 2 guru dan 1 orang kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Triangulasi data penelitian menggunakan teknik analisis data kualitatif, yaitu reduksi pada data, penyajian pada data, dan kesimpulan. Pada pola asuh memiliki arti di tarian tersebut yaitu menghormati kedatangan tamu dengan maksud sebagai penghormatan dan penyambungan silahturahmi. Pola asah memiliki gerakan dari kelenturan tangan dan kepala serta ketukan pada kaki. Pola asih yaitu menyadari akan tarian tradisional yang perlu dilestarikan. Kata Kunci: pola asah asih dan asuh; pembelajaran seni tari; anak usia dini Abstract Education in a cultural context is taught to children from an early age as one of the local contents and even becomes a mandatory activity. PAUD Bintang Ranggasolo believes that introducing local culture must be done and theree aree manyy wayss too introduce culture. One off thee dances taught at the institution is the Wura Bongi Monca dance. The implementation of the Wura Bongi Monca dance activities is related to the vision of the institution, namely aspects of asah, asih, and asuh.The research uses a qualitative data approach. The sources respondents were 2 teachers and 1 school principal. Data collection techniques in this study are interviews, observation, and documentation. Triangulation of research data uses qualitative data analysis techniques, namely data reduction, data presentation, and conclusions. Asuh pattern has a meaning in the dance, namely respecting the arrival of guests with the intention of honoring and connecting friendship. Asah pattern has moved from the flexibility of the hands and head and tapping on the feet. Asih of compassion is being aware of traditional dances that need to be preserved. Keywords: parenting Style; Dance Learning; Early Childhood Copyright (c) 2023 Ikhwan & Joko Pamungkas Corresponding author : Ikhwan Email Address : ikhwan.2021@student.uny.ac.id (Yogyakarta, Indonesia) Received 31 October 2022, Accepted 16 January 2023, Published 8 July 2023