Volume 1 No 1 (2021) 1815 Yessy Christanti Silaban 1 , Niq’q Jean Carol 2 , Elva Christina 3 Conference on Management, Business, Innovation, Education and Social Science https://journal.uib.ac.id/index.php/combines Diterima : February 01, 2021 Disetujui : February 05, 2021 Diterbitkan: February 24, 2021 Analisis Sanitasi, Daya Tahan Struktur, dan Sirkulasi Antar Bangunan Permukiman Kumuh Kampung Tua Tanjung Uma terhadap Lingkungan Yessy Christanti Silaban 1 , Niq’q Jean Carol 2 , Elva Christina 3 yessy@uib.ac.id 123 Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Internasional Batam, Batam, Indonesia Abstrak Kampung Tua Tanjung Uma terletak di pesisir Kota Batam merupakan permukiman kumuh dengan bangunan-bangunan yang tidak layak huni, tingginya tingkat kepadatan bangunan, dan kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat akan menjadi objek penelitian ini. Peneitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif dan bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di objek penelitian terkait dengan sanitasi, kekuatan struktur, dan sirkulasi antar bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem sanitasi di Kampung Tua Tanjung Uma tidak dirancang dengan baik dan belum memenuhi kriteria ideal. Penulis memberikan saran untuk memperbaiki perancangan sistem sanitasi dan struktur bangunan di Kampung Tua Tanjung Uma. Kata Kunci: Kampung Tua, Permukiman Kumuh, Sanitasi, Sirkulasi, dan Struktur Pendahuluan Eksistensi Tanjung Uma membuktikan sejarah kedatangan Orang Melayu dan Orang Bugis yang hingga saat ini masih menetap di Kota Batam. Hal ini didukung oleh keberadaan makam yang berusia ratusan tahun. Makam ini tepat berada di area Bukit Ramai yang lebih dikenal dengan sebutan Bukit Kubur dan kerap menjadi tempat bagi warga untuk menggelar acara jejak tanah bagi bayi yang mulai belajar berjalan (Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau 2017). Sebagai salah satu kampung tua yang berada di daerah pesisir, tak ayal pencaharian utama penduduk di Tanjung Uma adalah nelayan. Dengan bantuan sampan layar sederhana, hasil tangkapan kemudian akan diangkut dan diperjualbelikan ke Singapura. Hal tersebut menyebabkan para nelayan mulai berangkat melaut di pagi hari dan pulang kembali saat malam tiba. Sehingga fungsi utama dibangunnya permukiman di daerah tersebut adalah sebagai