Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2016, ISBN 978-602-14917-2-0 85 Optimasi Produksi Pepton dari Bungkil Kedelai Untuk Media Produksi Yeast Dadik Pantaya #1 , Dicky Pamungkas *2 , Merry Muspita DU #3 , Suci Wulandari #4 , Anang Febri #5 # Jurusan Peternakan, Politeknik Negeri Jember 1 email: dadieek@yahoo.com 3 email:merry.mdu@gmail.com 4 email:suci_ndariwulan@yahoo.com 5 email:anang_fp@yahoo.com * Loka Penelitian Sapi Potong, Departemen Pertanian, Grati, Jawa Timur 2 dpamungkas2000@yahoo.com Abstrak Bahan pepton merupakan komponen penting dalam media pertumbuhan mikroba yang berperan sebagai sumber nitrogen. Rata-rata kebutuhan produk pepton yang dicukupi dari produk impor mencapai US $17.84 juta per tahun dalam lima tahun terakhir merupakan peluang tersendiri untuk pengembangan pepton dengan menggunakan produk sumber protein yang tersedia di Indonesia, seperti bungkil kedelai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan pepton bungkil kedelai dengan hidrolisis enzimatis menggunakan enzim papain kasar, menentukan kondisi hidrolisis terbaik (waktu hidrolisis, konsentrasi enzim, dan lama inkubasi), dan ujicoba bahan pepton bungkil kedelai sebagai media pertumbuhan yeast. Kadar protein bungkil kedelai yang digunakan adalah 39% dan aktivitas enzim papain kasar yang digunakan sebesar 125 U/mg. Proses hidrolisis berlangsung dengan menggunakan substrat bungkil kedelai dan lautan buffer phosphat dengan perbandingan 1:5. Kondisi hidrolisis terbaik untuk menghasilkan pepton bungkil kedelai dicapai dengan menggunakan enzim papain sebesar 2000 unit/gram dengan hidrolisis selama 1 jam pada suhu 60-70 o C. Pepton yang dihasilkan merupakan produk cair berwarna kuning kecoklatan, supernatan dari proses sentrifugasi. Rendemen proses hidrolisis ini adalah 10.23 mg/g bungkil kedelai. Hasil pengujian pertumbuhan pada yeast Saccharomyces cerevisiae menunjukkan bahwa pepton bungkil kedelai dapat digunakan sebagai komponen dalam media untuk pertumbuhan yeast. Kata kunci : hidrolisis enzimatis, papain, pepton bungkil kedelai, yeast BAB 1. PENDAHULUAN Pertumbuhan protein sel tunggal seperti yeast membutuhkan protein sederhana dalam bentuk pepton yang merupakan sumber protein terlarut. Selama ini kebutuhan pepton di Indonesia masih dipenuhi melalui impor dengan jumlah dan harga yang tinggi. Impor produk ini dilakukan karena industri pepton Indonesia belum dikembangkan. Pada tahun 2014, impor pepton di Indonesia mencapai nilai sebesar US $21 juta dengan jumlah sebesar 5.500 ton. Nilai tersebut meningkat dibanding tahun 2012 yaitu US $13.2 juta dengan kuantitas sebesar 3 300 ton [1]. Sementara itu pada waktu yang sama kebutuhan protein untuk produk dari mikrobia terutama yeast di sektor nutrisi pakan ternak semakin meningkat sehingga kebutuhan pepton juga meningkat. Penggunaan probiotik yeast semakin meningkat digunakan untuk meningkatkan performans produksi ternak ruminansia [2] [3]. Tingginya nilai impor tersebut dapat menjadi peluang untuk melakukan pengembangan pepton dengan memanfaatkan bahan sumber protein yang tersedia di Indonesia, seperti protein bungkil kedelai. Pepton merupakan hidrolisat protein yang banyak digunakan sebagai salah satu komponen nutrisi dalam media pertumbuhan mikroorganisme. Pepton dalam media pertumbuhan mikroba berfungsi sebagai sumber nitrogen bagi mikroorganisme. Penggunaan pepton sangat luas mencakup penggunaan pada laboratorium mikrobiologi hingga pada industri berbasis bioteknologi [4] [5]. Produksi pepton dapat dilakukan dengan cara hidrolisis enzimatis menggunakan enzim proteolitik [6]. Kelebihan proses enzimatis adalah tidak memerlukan suhu tinggi, proses hidrolisis berlangsung secara spesifik, dan dapat mengkonservasi semua asam amino yang ada. Proses hidrolisis dengan cara asam dapat merusak sebagian atau semua asam-asam amino tertentu karena