Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3, No. 6 Desember 2023, Hal. 807-811 DOI: https://doi.org/10.52436/1.jpmi.1866 P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 807 PKM Mesin Pencacah Rumput Gajah Untuk Membantu Peternak Kambing di Dusun Bakti Desa Sukaraya Kecamatan Pancur Batu Melvin Emil Simanjuntak* 1 , Mhd Daud Pinem 2 , Kristianus Boby A.M. Siahaan 3 , Dohar Sinabutar 4 1,2 Program Studi Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Medan, Indonesia 3,4 Program Studi Teknik Sipil, Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan, Indonesia *e-mail: melvinsimanjuntak@polmed.ac.id 1 , daud.19730511@polmed.ac.id 2 , kristianusboby@polmed.ac.id 3 , melocdma@yahoo.co.id 4 Abstrak Masyarakat desa Sukaraya kecamatan Pancur Batu umumnya hidup dari hasil ladang dan peternakan, satu diantaranya adalah ternak kambing karena sistem pemeliharaan yang relatif lebih mudah. Kendala yang dihadapi peternak kambing di desa Sukaraya berupa keterbatasan lahan untuk menanam rumput-rumputan, sehingga selain dari lokasi Desa Sukaraya peternak juga harus mengumpulkan rumput dan hijauan dari daerah lain yang langsung diberikan kepada ternak kambing mereka tanpa dilakukan pencacahan sehingga didapati jumlah pakan yang terbuang cukup signifikan, berkisar 25 % sd 35 %. Pengabdian kepada masyarakat ini dimaksudkan untuk memberikan solusi bagi permasalahan mitra tersebut yaitu dengan menyediakan mesin pencacah rumput serta melakukan pelatihan penggunaan dan perawatan mesin. Tahapan pelaksanaannya dengan mendesain mesin sesuai kebutuhan, dilanjutkan dengan proses pembuatan dan ujicoba. Saat pelaksanaan dilapangan kapasitas mesin pencacah dapat mencapai 300 kg per jam. Setelah dilakukan evaluasi pasca pelaksanaan pengabdian masyarakat didapati jumlah pakan yang terbuang berkurang cukup signifikan pada kisaran 5% sd 8% dengan penambahan garam atau konsentrat pada pakan tercacah. Kata kunci: desa sukaraya, kambing, pakan rumput, pencacah, ternak Abstract The people of Sukaraya village, Pancur Batu sub-district generally live from fields and animal husbandry, one of which is goats because the maintenance system is relatively easier. The problem faced by goat breeders in Sukaraya village is limited land for planting grass, so that in addition to the grass obtained from the Sukaraya Village location, breeders also have to collect grass and forage from other areas which are directly given to their goats without chopping them so that it is found that the amount of feed wasted is sufficient. significant, ranging from 25% to 35%. This community service is intended to provide a solution to the partners' problems, namely by providing grass chopping machines and conducting training on the use and maintenance of the machines. The implementation stages involve designing the machine according to needs, followed by the manufacturing and testing process. During implementation in the field the capacity of the chopping machine can reach 300 kg per hour. After conducting an evaluation after implementing community service, it was found that the amount of wasted feed was reduced quite significantly in the range of 5% to 8% with the addition of salt or concentrate to the chopped feed. Keywords: chopper, goats, grass feed, livestock, sukaraya village 1. PENDAHULUAN Masyarakat desa Sukaraya kecamatan Pancur Batu umumnya hidup dari hasil ladang dan peternakan. Satu diantara jenis hewan yang diternakkan adalah kambing karena sistem pemeliharaan yang relatif lebih mudah [1], [2], [4], serta lebih cepat untuk dipanen dibandingkan dengan ternak sapi yang durasi pemeliharaannya lebih lama. Satu peternak kambing di desa Sukaraya bisa memiliki 20 hingga 30 ekor kambing tergantung ketersediaan lahan yang dimiliki. Sama seperti yang dialami oleh peternak kambing lainnya, peternak di Desa Sukaraya juga menemui kendala berupa keterbatasan lahan untuk menanam rumput-rumputan sendiri dan juga ketersediaan rumput dan hijauan saat musim kemarau [5]. Sebagai konsekuensinya, peternak harus mencari tambahan rumput dari daerah lain yang ada di sekitar desa Sukaraya. Solusi lainnya bisa dengan memanfaatkan limbah pertanian dan hijauan yang tumbuh di perkebunan [6].