E.ISSN.2614-6061 DOI: 10.37081/ed.v11i1.4306 P.ISSN.2527-4295 Vol.11 No.1 Edisi Januari 2023, pp.150-159 Jurnal Education and development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Hal. 150 KEARIFAN LOKAL DALAM KUMPULAN CERPEN DARI TIMUR 1 2 3: PILIHAN MAKASSAR INTERNASIONAL WRITERS FESTIVAL Amelia Indah Nurfitriani 1) , Een Nurhasanah 2), , Dian Hartati 3) 1,2,3 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Singaperbangsa Karawang 1 1810631080018@student.unsika.ac.id, 2 een.nurhasanah@staff.unsika.ac.id, 3 dian.hartati@fkip.unsika.ac.id Informasi Artikel ABSTRAK Riwayat Artikel : Submit, 7 September 2022 Revisi, 9 Nopember 2022 Diterima, 21 Desember 2022 Publish, 10 Januari 2023 Kata Kunci : budaya cerpen kearifan lokal Fenomena terkikisnya budaya lokal semakin menyala dengan berkurangnya pemahaman mengenai nilai-nilai kearifan lokal. Tujuan penelitian mengungkap kearifan lokal dalam kumpulan cerpen Dari Timur 1 2 3: Pilihan Makassar International Writers Festival. Pendekatan penelitian menerapkan pendekatan kualitatif dan metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelaahan kearifan lokal berpedoman pada teori Sibarani. Teknik pengumpulan data menerapkan teknik pustaka, teknik baca, dan teknik catat. Sementara Teknik analisis data dalam penelitian meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Ada pun tahap-tahap penelitian meliputi: pencarian sumber data; membaca dan mencermati data penelitian; menentukan fokus penelitian; menganalisis kearifan lokal dalam data penelitian; mengelompokkan kearifan lokal yang telah ditemukan; mendeskripsikan kearifan lokal dalam data penelitian; dan membuat simpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat jenis kearifan lokal, meliputi pengetahuan lokal, budaya lokal, keterampilan lokal, dan proses sosial lokal. Muatan lokal dalam kumpulan cerpen Dari Timur 1 2 3: Pilihan Makassar International Writers Festival memperlihatkan pengarang ingin memperkenalkan kearifan lokal daerah kepada pembaca. This is an open access article under the CC BY-SA license Corresponding Author: Amelia Indah Nurfitriani Universitas Singaperbangsa Karawang Email : 1810631080018@student.unsika.ac.id 1. PENDAHULUAN Pesatnya arus globalisasi mendukung banyak orang meninggalkan budaya asal dan menerima budaya baru. Perubahan tersebut tak dipungkiri telah mengubah pola pikir anak bangsa. Seperti terjadinya krisis identitas pada generasi muda. Hal tersebut juga didukung oleh adanya perkembangan teknologi dan informasi. Generasi muda mengakses banyak hal dari perkembangan tersebut. Teknologi informasi menimbulkan pertukaran informasi ke berbagai pelosok dunia. Ilmu pengetahuan punmenyebabkan pertukaran ide, gagasan, bahkan kebiasaan yang seringkali menjadi perbincangan dunia. Hal tersebut terlihat dari perubahan cara berpikir, berpakaian, pemilihan jenis, musik, dan gaya hidup yang menyebabkan, memudarnya cinta daerah, hilangnya budaya gotong royong, dan merebaknya sikap individualistis (Iswardhana, 2020; Karim, dkk., 2021). Masifnya perkembangan teknologi informasi membuat budaya asing masuk ke Indonesia. Seperti halnya sekarang di mana banyak generasi muda mulai menyukai budaya asing, contohnya budaya Korea Selatan. Berbagai kebudayaan Korea Selatan sangatlah beragam masuk ke Indonesia, dari mulai musik, pakaian, drama, dan makanan. Masuknya budaya tersebut membuat kearifan lokal di Indonesia mulai terkikis sehingga banyak dari generasi muda lebih menyukai budaya Korea daripada budaya Indonesia. Hal demikian sejalan dengan berita yang ditulis Setyowati menjelaskan mengenai adanya globalisasi dan kemajuan teknologi memungkingkan adanya interaksi lintas negara dan meleburkan geografis dan kultural. Hal tersebut membuat