Available online at: http://journal.uny.ac.id/index.php/ljtp LingTera, 9 (2), 2022, 35–46 https://doi.org/10.21831/lt.v9i2.57735 lingtera.ppsuny@uny.ac.id Divergensi modalitas Charles J. Fillmore dalam novel terjemah Sayap- Sayap Patahkarya Kahlil Gibran Fatmawati 1* , Hisyam Zaini 1 , Imroatul Ngarifah 2 1 Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Indonesia 2 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Indonesia *Corresponding Author. Email: fatmawatizayn@gmail.com Abstract Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk divergensi modalitas dari Charles J. Fillmore dan maknanya dalam novel terjemahan Sayap-Sayap Patahkarya Kahlil Gibran agar terhindar dari kesalahpahaman dalam memaknai bahasanya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data primernya adalah terjemahan novel Sayap-Sayap Patah, sedangkan sumber data sekundernya adalah referensi yang mendukung sumber data primer, yaitu buku- buku semantik khususnya tentang teori tata bahasa kasus Charles J. Fillmore. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik baca-catat. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwasanya dalam terjemah novel tersebut terdapat empat bentuk modalitas yaitu (1) intensional, yang memiliki makna keinginan, harapan, ajakan, pembiaran, dan permintaan; (2) epistemik, yang terdiri dari makna kemungkinan, keteramalan, keharusan dan kepastian; (3) deontik, yang bermakna perintah; dan (4) dinamik, yang bermakna kemampuan. Berdasarkan hasil terebut dapat diketahui bahwa novel terjemah “Sayap-Sayap Patahmenggunakan modalitas yang kompleks, akan tetapi lebih banyak menggunakan modalitas intensional. Tokoh yang tercermin dalam karya sastra ini cenderung tidak memiliki sifat otoriter, melainkan demokratis. Abstract This study analyses Fillmore's modality variances and their meaning in the Indonesian translation of the novel Broken Wingsby Kahlil Gibran. This is a descriptive qualitative research. The translated novel, “Sayap-Sayap Patahis the primary data while the secondary data are taken from the literature on the semantic theory of Charles J. Fillmore. The researchers used the close reading technique to collect the data. From this research, it can be inferred that in the Indonesian translation of the novel, there are four forms of modalities namely (1) intentional modality, which conveys desire, hope, invitation, neglect, and request; (2) epistemic modality, which deals with the ideas of possibility, practicality, necessity, and certainty; (3) deontic modality, meaning commands; and (4) dynamic modality, which concerns the idea of abilities. These results indicate that the Indonesian translation of the novel Broken Wingsuses complex modalities with the majority being intentional modalities. The main character reflected in this novel tends not to have an authoritarian nature but a democratic one. Keywords modalitas; novel terjemah; divergensi modalitas Fillmore; modalitas intensional This is an open access article under the CC-BY-SA license. Citation (APA Style): Fatmawati, Zaini, H., & Ngarifah, I. (2022). Divergensi modalitas Charles J. Fillmore dalam novel terjemah Sayap-Sayap Patahkarya Kahlil Gibran. LingTera, 9(2), 3546. https://doi.org/10.21831/lt.v9i2.57735