JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) F232 Abstrak—Minyak cempaka merupakan minyak berat dan pada proses ekstraksinya masih banyak komponen fraksi berat yang belum terekstrak. Dari hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hal ini dapat dipengaruhi oleh perbedaan kondisi operasi dan metode yang digunakan. Oleh karena itu diperlukan adanya modifikasi dari metode yang telah digunakan sebelumnya yaitu metode hidrodistilasi dengan penambahan aliran udara. Penambahan aliran udara ini diharapkan dapat membantu membawa komponen fraksi berat keluar dari bahan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses ektraksi minyak bunga cempaka berdasarkan beberapa parameter seperti pengaruh laju alir udara, berat bahan baku dan waktu pengambilan sampel terhadap yield dan mutu minyak atsiri. Metode yang digunakan yaitu metode hidrodistilasi dan hidrodistilasi dengan aliran udara. Ekstraksi bunga cempaka dilakukan pada skala laboratorium menggunakan pemanas microwave dengan daya 600 watt. Hasil penelitian menunjukan bahwa berat bahan baku optimum untuk menghasilkan yield minyak bunga cempaka yaitu 125 gr dalam 400 ml pelarut. Yield minyak cempaka menggunakan metode hidrodistilasi dengan aliran udara (0,1684%) lebih baik dibandingkan metode hidrodistilasi (0,0424%). Hasil analisa sifat kimia dari minyak cempaka menunjukkan bahwa pada metode hidrodistilasi dengan aliran udara memiliki kualitas (aroma) yang lebih baik dibandingkan dengan metode hidrodistilasi. Kata kunci—minyak cempaka, hidrodistilasi, hidrodistilasi dengan aliran udara I. PENDAHULUAN INYAK atsiri, dikenal dengan nama minyak eteris atau minyak terbang, merupakan bahan yang bersifat mudah menguap (volatile). Pada perkembangannnya minyak atsiri ini dapat diperoleh dari beberapa bahan baku contohnya nilam, cempaka, cengkeh, cendana, dan berbagai macam daun-daunan dan tanaman. Pada penelitian ini menggunakan cempaka sebagai bahan baku karena mengingat ketersediaan bahan baku ini sangat melimpah di Indonesia khususnya di pulau Jawa. Akan tetapi saat ini masih minimnya pemanfaatan bunga cempaka ini sebatas hanya digunakan untuk bidang kesehatan. Mengingat juga selama ini belum adanya produksi minyak atsiri dari bunga cempaka secara massal, sehingga hal ini dapat menjadi varian bahan baku baru dalam produksi minyak atsiri dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan minyak atsiri di Indonesia dan dapat menurunkan nilai impor minyak atsiri. Oleh karena itu, perlu dimanfaatkan lebih maksimal dengan cara mengekstrak kandungan minyak atsiri pada bahan baku tersebut sehingga menghasilkan nilai ekonomis yang lebih tinggi. Saat ini minyak cempaka memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasaran dan cukup menguntungkan maka hal ini menjadi peluang untuk dikembangkan lebih lanjut mengenai proses ektraksi minyak cempaka. Sehingga produksi minyak cempaka ini dapat berkembang pesat dan dibudidayakan secara massal di Indonesia. Pada perkembangannya masih banyak kendala yang sering dihadapi dalam proses ektraksi minyak atsiri seperti kualitas minyak yang belum sesuai standar dan juga masih terdapat komponen fraksi berat dalam minyak atsiri yang masih belum terangkat. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor dan salah satu faktornya yaitu metode ekstraksi yang digunakan. Metode ekstraksi minyak atsiri penting untuk dikaji dan dikembangkan lebih lanjut untuk mendapatkan proses yang effisien serta produk yang berkualitas tinggi. Dari hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa perbedaan metode sangat mempengaruhi yield dari produk minyak atsiri yang dihasilkan. Oleh sebab itu, untuk menghasilkan yield minyak atsiri yang lebih tinggi dan kualitas yang lebih baik maka perlu dilakukan modifikasi dari metode yang telah digunakan sebelumnya. Salah satu usaha yang dilakukan yaitu modifikasi metode distilasi air atau hidrodistilasi dengan penambahan aliran udara. Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Kusuma (2016) [1], penambahan aliran udara pada proses ekstraksi minyak atsiri dengan pemanas microwave menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik dari proses tanpa aliran udara. Penambahan aliran udara diharapkan mampu untuk membawa komponen minyak penting yang berada di dalam membran sel atau jaringan bunga cempaka yang sulit terdifusi keluar, sehingga yield minyak cempaka menjadi lebih optimal. Kemudian kuantitas dan kualitas produk minyak cempaka yang dihasilkan menggunakan metode hidrodistilasi dibandingkan dengan hasil minyak cempaka menggunakan metode hidrodistilasi dengan aliran udara. II. URAIAN PENELITIAN Metode yang digunakan dalam ekstraksi minyak atsiri dari bunga cempaka adalah hidrodistilasi dan hidrodistilasi dengan aliran udara menggunakan pemanas microwave EKSTRAKSI MINYAK BUNGA CEMPAKA DENGAN METODE HIDRODISTILASI DAN HIDRODISTILASI DENGAN ALIRAN UDARA Fachrudin Fachrudin, Agi Iqbal Velayas, Mahfud Mahfud dan Lailatul Qadariyah* Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia *e-mail: lailatul_2008@yahoo.com M