JUSPI (JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM) Diterbitkan oleh Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia Website: http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/juspi/index | Email: redaksijuspi@gmail.com *Correspondance Author: maliafransisca2018@gmail.com Article History | Submitted: April 12, 2019 | Accepted: June 23, 2019 | Published: July 1, 2019 How to Cite (APA 6 th Edition style): Fransisca, M. (2019). Moderat Antar Umat, Organisasi dan Pendidikan. JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam), 3(1), 85–92. DOI: 10.30829/juspi.v3i1.4375 85 ISSN: 2580-8311 (Online) VOLUME 3 NOMOR 1 JULI 2019 MODERAT ANTAR UMAT, ORGANISASI DAN PENDIDIKAN Malia Fransisca* IAI Sunan Giri, Bojonegoro Abstract Abstrak This article discusses moderate attitudes among Muslims, in organization and education. This study uses a literature review. Moderate has express and implied meaning. The explicit meaning of the word moderate is mid. While the implicit meaning is someone who is moderately approved if he demands that he always look for a middle ground to overcome his problems. Finding a middle ground means also having an attitude towards the high by not prioritizing each other's egos. What these moderates want is only peace, harmony, no violence, excessive conflict of death. Moderate attitudes are needed in every element such as organization and education. Keywords: Moderate, organization, education. Artikel ini membahas mengenai sikap moderat antar umat Islam, dalam organisasi dan pendidikan. Kajian ini menggunakan literature review. Moderat memiliki makna tersurat dan tersirat. Makna tersurat dari kata moderat adalah pertengahan. Sementara makna tersirat adalah seseorang yang disetujui moderat bila dia menuntut selalu mencari jalan tengah untuk mengatasi masalah yang dihadapinya. Mencari jalan tengah berarti juga memiliki sikap terhadap yang tinggi dengan tidak mengedepankan ego masing-masing. Yang diinginkan para moderan ini hanyalah perdamaian, kerukunan, tidak ada kekerasan, pertikaian berlebihan kematian. Sikap moderat dibutuhkan dalam setiap elemen seperti organisasi dan pendidikan. Kata Kunci: Moderat, organisasi, pendidikan. PENDAHULUAN Allah menciptakan hamba-Nya dengan berbagai bentuk dan karakter. Dari perbedaan itulah, manusia sebagai hamba-Nya yang dikarunai sebuah akal dan pikiran sehingga menyandang gelar “makhluk dengan bentuk yang sebaik-baiknya”(Q.S. At-Tin: 4), harus mampu menyikapi terhadap sebuah perbedaan dengan tujuan mencapai sebuah perdamaian antar golongan. Untuk mencapai tujuan tersebut, sebagai umat yang sadar akan adanya sebuah perbedaan, maka kita harus menanamkan sikap moderat/toleransi. Moderat ini tidak hanya ada dalam agama Islam saja, namun di seluruh agama yang ada di muka bumi membutuhkan sebuah sikap moderat baik antar sesama pemeluk agama itu sendiri maupun dengan pemeluk agama lain. Sikap moderat sangatlah penting untuk menyimpul keberagaman kelompok, ras, etnik, budaya di negara Indonesia yang sudah pasti akan menimbulkan perbedaan di setiap kelompok tersebut. Dengan bersikap moderat, berarti kita juga turut mengaplikasikan dasar negara kita sila ke-2 yang berbunyi “kemanusiaan yang adil dan beradab.” Adil yang berarti menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya atau tidak berbuat zalim. Beradab berarti memiliki etika bagaimana cara menghormati orang lain misalnya dengan lebih memilih perdamaian dalam sebuah pertikaian (fisik maupun lisan), yang mana merupakan tujuan dari moderat itu sendiri. HASIL DAN PEMBAHASAN Definisi Moderat Menurut Beberapa Pendapat brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by E-Journal Universitas Islam Negeri Sumatera Utara