Paramita: Historical Studies Journal, 34(1), 2024 21 Paramita: Historical Studies Journal, 34(1), 2024, pp. 21-30 P-ISSN: 0854-0039, E-ISSN: 2407-5825 DOI: http://dx.doi.org/10.15294/paramita.v34i1.44567 Article history Received : 2023-05-30 Accepted : 2024-03-03 Published : 2024-04-04 Keywords Women, Politics, Women’s Organiza- tions, Women’s Movement, National Movement. Women and Politics: Women’s Participation in e Indonesian National Political Movement, 1923 -1942 Siswantari, Abdurakhman , Dwi Mulyatari, Raisye Soleh Haghia, Syahidah Sumayyah Rahman Universitas Indonesia, abdurakhman.hum@ui.ac.id Available online at https://journal.unnes.ac.id/ journals/paramita INTRODUCTION Women’s participation in politics is an issue that never ends up being discussed. More and more Indonesian women are entering politics, but this tendency does not negate an adequate quality because it still does not place women in a central position. Women’s political representation is important in strengthening women’s participation and encouraging decision-making that supports and prospers wom- en. Currently, women’s representation in Indonesian politics continues to in- Abstract: is study aims to analyze women’s political participation during the national movement. e movement period began the women’s movement to voice their political ide- as towards independence. e women’s political movement has long existed. Women have struggled to establish their existence since colonial times. Analysis of women’s participation efforts in the political field is described in three organizations from three cities, namely Bata- via (Jakarta), Jogjakarta, and Medan, each through Perhimpoenan Kaoem Betawi represent- ing regional organizations, Aisyiyah representing socio-religious organizations and Keoeta- maan Isteri representing socio-political organizations. is research uses historical heuris- tics, criticism, interpretation, and historiography methods. e heuristic stage is carried out by searching for library sources, documents, and archives, and it is selected based on the source criticism carried out. e results show that the wishes and demands for women’s po- litical participation have not been realized. e limited opportunities for women to sit in the Volksraad and direct competition with men were factors that did not directly result in wom- en being involved in politics. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi politik perempuan pada masa pergerakan nasional. Masa pergerakan mengawali gerakan perempuan untuk me- nyuarakan ide-ide politiknya menuju kemerdekaan. Gerakan politik perempuan sudah ada sejak lama. Perempuan telah berjuang untuk membangun eksistensinya sejak zaman koloni- al. Analisis terhadap upaya partisipasi perempuan dalam bidang politik digambarkan pada tiga organisasi dari tiga kota, yaitu Batavia (Jakarta), Jogjakarta, dan Medan, masing-masing melalui Perhimpoenan Kaoem Betawi yang mewakili organisasi daerah, Aisyiyah yang me- wakili organisasi sosial keagamaan, dan Keoetamaan Isteri yang mewakili organisasi sosial- keagamaan. organisasi politik. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri atas heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Tahap heuristik dilakukan dengan mencari sumber perpustakaan, dokumen, dan arsip, serta dipilih berdasarkan kritik sumber yang dilakukan. Hasilnya menunjukkan bahwa keinginan dan tuntutan partisipasi politik per- empuan belum terwujud. Terbatasnya kesempatan perempuan untuk duduk di Volksraad dan persaingan langsung dengan laki-laki menjadi faktor yang tidak secara langsung me- nyebabkan perempuan terlibat dalam politik. Cite this article: Siswantari, Abdurakhman, Mulyatari, D., Haghia, R.S., Rahman, S.S. (2024). Women and Politics: Women’s Participation in e Indonesian National Political Movement, 1923-1942. Paramita: Historical Studies Journal, 34(1), 21-30. http:// dx.doi.org/10.15294/paramita.v34i1.44567