Peningkatan Ketahanan Benih Ikan Nila Salin (Oreochromis niloticus) terhadap Penyakit Streptococcosis Melalui Vaksinasi Induk ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk menghasilkan benih ikan nila salin yang tahan terhadap penyakit streptococcocis melalui vaksinasi induk. Vaksin yang digunakan dalam penelitian ini adalah bakteri Streptococcus sp. yang dilemahkan dengan formalin 3% (v/v). Penelitian ini dilaksanakan pada Juni-September. Vaksin diinjeksikan pada indukan TKG 2 sebanyak 0,4 mL/kg (konsentrasi 1x10 9 CFU/mL). Penelitian terdiri dari tiga perlakuan yaitu indukan diinjeksi dengan phosphate buffered saline (PBS) (K), indukan diinjeksi vaksin satu kali (A1), dan indukan diinjeksi vaksin sebanyak dua kali dengan selang waktu dua minggu (A2). Benih yang dihasilkan dari masing-masing perlakuan, diuji tantang melalui perendaman dengan bakteri Streptococcus sp. 10 7 CFU/mL selama 30 menit pada 10, 15, dan 20 hari setelah penetasan. Parameter yang diamati adalah penetasan telur, aktivitas lisozim, kematian benih setelah uji tantang, dan persentase kelangsungan hidup relatif (RPS) benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tetas telur pada perlakuan A2 (92,21%) secara nyata lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan perlakuan induk lainnya, serta aktivitas lisozim (99,47-197,89 U/mL) sampai dengan hari ke-20. Angka kematian pada perlakuan A2 (2,34-45,21%) secara signifikan lebih rendah (P<0,05) dibandingkan perlakuan lain sampai hari ke-20. Nilai RPS indukan A2 tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan perlakuan benih dari indukan A1 pada hari ke sepuluh tetapi lebih tinggi pada hari ke 20. Kata kunci: Ikan nila salin; imunitas; indukan; maternal; streptococcocis; vaksinasi ABSTRACT is study aimed to produce saline tilapia seeds that were resistant to Streptococcocis disease through broodstock vaccination. e vaccine used in this study was inactivated bacteria Streptococcus sp. with formalin 3% (Vv). is research was conducted in June-September. Vaccine was injected to TKG 2 broodstock for 0.4 mL/kg (concentration 1x10 9 CFU/mL). e study consisted of three treatments, broodfish injected with phosphate-buffered saline (PBS) (K), brood fish were injected with the vaccine once (A1), and broodfish was injected with the vaccine twice with an interval of two weeks (A2). e challenge test on the seeds carried out by immersed with Streptococcus sp. 10 7 CFU / mL for 30 minutes at 10, 15, and 20 days aſter hatching. Parameters observed were egg hatching, lysozyme activity, seed mortality aſter challenge test, and relative percent survival (RPS) of seeds. e results showed that egg hatching in treatment A2 (92.21%) was significantly higher (P<0.05) than the other parent treatments, as well as lysozyme activity (99.47-197.89 U / mL) up to days 20th. e mortality rate of A2 treatment (2.34-45.21%) was significantly lower (P<0.05) than the other treatments until the 20th day. e RPS value of A2 broodstock was not significantly different (P>0.05) with the treatment of seeds from A1 broodstock on day ten but was significantly higher on day 20. Keywords: Saline tilapia; immunity; broodstock; maternal; streptococcocis vaccination PENDAHULUAN Penyakit Streptococcocis adalah salah satu penyakit yang umum menginfeksi ikan nila dan menjadi patogen berbahaya penyebab kematian pada ikan nila. Penyebab utama penyakit ini adalah bakteri Streptococcus sp. yang menyerang mulai benih hingga dewasa pada ikan ikan nila (Abraham et al., 2019). Penularan penyakit ini pada ikan adalah melalui sentuhan dengan ikan yang terinfeksi ( Evans et al ., 2006). Salah satu metode pencegahan yang dilakukan untuk mengatasi serangan penyakit tersebut adalah menginduksi kekebalan spesifik (Secombes, 2011; Gudding et al., 2013; Yi et al., 2014; Kahieshesfandiari et al., 2019). Salah satu pendekatan dalam upaya pencegahan penyakit sedini mungkin penting karena mampu memberi perlindungan kepada ikan sedini mungkin (Bowden et al., 2005; Magnadottir et al., 2005). Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam pencegahan penyakit yaitu melalui vaksinasi (Ellis, 1988). Peningkatan kekebalan tubuh melalui vaksinasi terjadi selama beberapa waktu, sehingga angka kematian dapat ditekan sekecil mungkin. Khusus penyakit Streptococcosis, berdasarkan hasil penelitian, penanggulangan penyakit melalui vaksinasi pada fase benih belum menunjukkan proteksi yang optimal dengan nilai kelangsungan hidup relatif yang masih rendah (Taukhid et al., 2012; Sukenda et al., 2014). Salin Tilapia (Oreochromis niloticus) Seed which is Resistant to Streptococcocis Disease Result of Broodstock Vaccination Rahmi Rahmi *1 , Khairun Nisaa 2 , Akmal Akmal 3 , Mardiana Mardiana 4 , Andi Chadijah 1 & Nur Insana Salam 1 1 Program Studi Akuakultur, Fackultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia 2 Program Studi Akuakultur, Universitas Cokroaminoto Makassar, Makassar, Selawesi Selatan, Indonesia 3 Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar, Takalar, Sulawesi Selatan, Indonesia 4 Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Bosowa Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia *Penulis korespondensi, email: rahmiperikanan@unismuh.ac.id Tanggal Submisi: 01 Oktober 2020; Tanggal Revisi: 04 Januari 2021; Tanggal Penerimaan: 26 Maret 2021 ISSN: 2502-5066 (Online) ISSN: 0853-6384 (Print) JURNAL PERIKANAN UNIVERSITAS GADJAH MADA Terakreditasi Ristekdikti No: 30/E/KPT/2018 ©2021 Jurnal Universitas Gadjah Mada. This article is distributed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4.0 International license. Vol. 23 (1), 31-36 DOI 10.22146/jfs.60280