AGROMIX, Volume 14 Nomor 1 (2023), Halaman 20-27 Lisensi : Creative Commons Attribution 4.0 International License. (CC-BY) 20 Keunggulan komparatif dan kompetitif usahatani bawang merah berbasis wilayah dan musim Comparative and competitive advantages of shallot farming region and season based Amalia Nur Milla 1 , Ida Marina 2 , Sri Ayu Andayani 2 , Nur Sophia Sandora 3 , Muh. Yunus 3 , dan Yahya Mitra 3 1 Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia 2 Universitas Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Indonesia 3 Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia *Email korespondensi: amalia.nurmilla@ummi.ac.id ABSTRACT Article history Received : August 29, 2022 Accepted : December 10, 2022 Published : March 31, 2023 Keyword Red onion; Competitive and comparative advantage; region and season Introduction: This study aims to analyze the comparative and competitive advantages of onion farming based on high and lowlands and how the competitive and comparative advantages of agroecosystems in the dry season and rainy season. The research location was selected purposively based on the following criteria: (1) shallot production center in Sukabumi, (2) different agroecosystems: lowland (wetland-lowland) and highland (dryland-upland), and (3) Location carried out in Sukabumi which represents the plains of the region on the island of Java, Indonesia. Methods: this study took a sample of respondents by using a multistage sampling procedure. The data is processed using a policy matrix/Policy Analysis Matrix (PAM). Results: The results showed that shallots in shallot production centers both in the lowlands and highlands in Indonesia are profitable both in the dry season and the rainy season. In general, social or economic benefits are higher than financial or personal benefits, and the benefits in the dry season are greater than in the rainy season. Shallot farming in the Sukabumi production center has competitiveness both in terms of competitive advantage as indicated by the PCR coefficient value <1 and comparative advantage as reflected in the DRCR coefficient value <1. Conclusion: PCR coefficient values < 1 and DCR < 1 indicate that shallot farming in production centers in Indonesia has competitive and comparative advantages. Suggestions that can be given are shallot farming planted in lowland areas preferably in the rainy season. Shallot farming planted in the highlands should be in the dry season. ABSTRAK Riwayat artikel Dikirim : 29 Agustus, 2022 Disetujui : 10 Desember, 2022 Diterbitkan : 31 Maret, 2023 Kata Kunci Bawang merah; keunggulan kompetitif dan komparatif; wilayah dan musim Pendahuluan: Artikel ini bertujuan untuk menganalisis keunggulan komparatif dan kompetitif usahatani bawang merah berbasis dataran tinggi dan rendah serta bagaimana keunggulan kompetitif dan komparatif agroekosistem pada musim kemarau dan musim hujan. Lokasi penelitian dipilih secara purposive berdasarkan kriteria sebagai berikut: (1) sentra produksi bawang merah di Sukabumi, (2) agroekosistem yang berbeda: dataran rendah (wetland-lowland) dan dataran tinggi (dryland-upland), dan (3) Lokasi dilakukan di Sukabumi yang mewakili dataran wilayah di pulau Jawa, Indonesia. Metode: penelitian ini melakukan pengambilan sampel responden yaitu dengan prosedur multistage sampling. Data diolah dengan menggunakan matriks kebijakan/Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa bawang merah di sentra produksi bawang merah baik di dataran rendah maupun dataran tinggi di Indonesia menguntungkan baik pada musim kemarau maupun musim hujan. Secara umum, keuntungan sosial atau ekonomi lebih tinggi daripada keuntungan finansial atau pribadi, dan keuntungan di musim kemarau lebih besar daripada di musim hujan. Usahatani bawang merah di sentra produksi Sukabumi memiliki daya saing baik dari sisi keunggulan bersaing yang ditunjukkan dengan nilai koefisien PCR<1 maupun keunggulan komparatif yang tercermin dari nilai koefisien DRCR<1. Kesimpulan: Nilai koefisien PCR < 1 dan DCR < 1 menunjukkan bahwa usahatani bawang merah di sentra produksi di Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. Saran yang dapat diberikan adalah usahatani bawang merah yang ditanam di daerah dataran rendah sebaiknya pada musim hujan. Usahatani bawang merah yang ditanam di dataran tinggi sebaiknya pada musim kemarau. Sitasi: Milla, A. N., Marina, I., & Andayani, S. A. (2023). Keunggulan komparatif dan kompetitif usahatani bawang merah berbasis wilayah dan musim. Agromix, 14(1), 20-27. https://doi.org/10.35891/agx.v13i2.3320