45 REPRESENTASI VISUAL SISWA MADRASAH TSANAWIYAH DALAM PEMECAHAN MASALAH BERDASARKAN PERBEDAAN JENIS KELAMIN Abdurrahman Rifki STAI Miftahul Ulum Pamekasan Email: rifkiunozero@gmail.com Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan representasi visual siswa Madrasah Tsanawiyah jenis kelamin laki-laki dan perempuan dalam pemecahan masalah. Dalam penelitian ini digunakan dua siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Pamekasan sebagai subjek penelitian yang masing-masing berjenis kelamin laki-laki dan jenis kelamin perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pemberian tes dan wawancara. Instrumen utama adalah peneliti dan instrumen pendukung adalah instrumen tes kemampuan matematika, tes pemecahan masalah dan pedoman wawancara. Hasil Penelitian ini berupa deskripsi representasi visual dari siswa jenis kelamin laki-laki dan perempuan dalam pemecahan masalah untuk setiap tahap pemecahan masalah Polya. Siswa laki-laki menggunakan representasi visual skematik akurat dan siswa perempuan menggunakan representasi visual skematik tidak akurat. Kata Kunci: Representasi Visual, Pemecahan Masalah dan Jenis Kelamin Pendahuluan Kemampuan representasi sangat berhubungan dengan pemecahan masalah, siswa dengan kemampuan penggunaan representasi tinggi, memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah yang juga tinggi (Hwang, 2007). Siswa menggunakan representasi untuk mendukung pemahaman ketika mereka memecahkan masalah matematika atau belajar konsep-konsep matematika (Salkind, 2007). Oleh karena itu, siswa membutuhkan latihan dalam membangun representasinya sendiri agar dapat memiliki kemampuan dan pemahaman konsep yang kuat dan fleksibel dalam memecahkan masalah. Representasi dapat dinyatakan sebagai internal dan eksternal. Representasi internal tidak dapat diamati, karena ada didalam mental (Panasuk, 2011). Untuk memikirkan ide-ide matematika, siswa perlu menyajikan ide-ide tersebut secara internal, dengan cara memberi kesempatan memikirkan untuk menelaah apa saja yang terkandung dalam ide. Penggunaan representasi eksternal adalah untuk mengkomunikasikan ide-ide matematika terkait dengan konsep di dalam pikiran anak. Sehingga, representasi menjadi penting baik sebagai alat komunikasi maupun alat berpikir tentang ide matematika yang kemudian dikomunikasikan memerlukan representasi eksternal yang wujudnya antara lain: verbal, visual, dan simbol. Penggunaan representasi visual dalam proses pemecahan masalah mungkin tidak selalu efektif dan dalam beberapa situasi itu bahkan mungkin menyebabkan solusi yang salah, namun menciptakan representasi visual yang menekankan hubungan spasial dalam proses pemecahan masalah matematika dapat berkontribusi untuk keberhasilan memecahkan masalah (Güler, 2011). Peluang keberhasilan memecahkan masalah dianggap sebagian besar bergantung pada jenis representasi visual yang dihasilkan, sehingga hubungan positif antara representasi visual dengan pemecahan masalah soal cerita dengan menghitung jumlah repersentasi visual yang dihasilkan dan jumlah soal cerita yang diselesaikan dengan benar (Boonen, 2014). Oleh karena itu, metode pengajaran yang diarahkan untuk menciptakan jenis representasi visual dalam proses pemecahan masalah penting bagi siswa. Representasi visual dibagi menjadi tiga jenis yaitu: representasi bergambar, representasi visual skematik tidak akurat, dan representasi visual skematik akurat. Representasi Piktorial berpengaruh negatif terhadap peluang sukses dalam pemecahan brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Online Universitas Madura