Jurnal Kimia Mulawarman Volume 14 Nomor 1 November 2016 P-ISSN 1693-5616 Kimia FMIPA Unmul E-ISSN 2476-9258 Kimia FMIPA Unmul 29 PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI MEMBRAN SELULOSA ASETAT-PVC DARI ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) UNTUK ADSORPSI LOGAM TEMBAGA (II) SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF CELLULOSE ACETATE MEMBRANE- PVC FROM WATER HYACINTH (Eichhornia crassipes) FOR COPPER (II) ADSORPTION Nazaratun Thaiyibah 1* , Alimuddin 1 , Aman S. Panggabean 1 Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Mulawarman Samarinda *Corresponding author: zara.syarifatun@gmail.com ABSTRACT Penelitian tentang isolasi selulosa dari eceng gondok (Eichhornia crassipes) melalui proses ekstraksi sokletasi, delignifikasi dan bleaching, dilanjutkan dengan sintesis asetilasi dengan memasukkan gugus asetat ke dalam gugus fungsi selulosa hasil isolasi telah dilakukan. Membran selulosa asetat-PVC dibuat dengan mencampurkan selulosa asetat dengan polivinilklorida (PVC) sebagai matriks yang terlebih dahulu dilarutkan dengan pelarut tetrahidrofuran (THF), kemudian ditambahkan dioktilftalat (DOP) sebagai pemlastis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eceng gondok dapat dimanfaatkan menjadi membran selulosa asetat-PVC dengan komposisi optimum pada perbandingan selulosa asetat : PVC : DOP yaitu 6:3:1. Hasil analisis FT-IR menunjukkan adanya interaksi antar ion Cu 2+ dengan membran dilihat dari penurunan intensitas serapan sebelum dan sesudah didop yaitu 78.564 % menjadi 66.857 % pada gugus C=O dari selulosa asetat. Hal ini diperkuat dengan analisis SEM yang menunjukkan morfologi permukaan membran yang porinya diduga terisi oleh ion logam Cu 2+ . . Kata Kunci : Eceng gondok, Membran selulosa asetat-PVC, Tembaga (II). PENDAHULUAN Teknologi pemisahan menggunakan membran merupakan teknik pemisahan komponen dengan cara yang sangat spesifik, yaitu menahan dan melewatkan salah satu komponen lebih cepat dari komponen penyusun lainnya [1]. Teknologi pemisahan dengan membran memiliki keunggulan diantaranya membran tidak membutuhkan bahan kimia tambahan, dapat dikombinasikan dengan proses lain, tidak mengalami perubahan fase, kebutuhan energi rendah, proses dapat berlangsung secara kontinyu, dan tidak memerlukan ruang instalasi yang besar. Membran terbagi atas membran organik dan membran anorganik. Membran organik dibuat menggunakan bahan polimer. Jenis polimer yang banyak digunakan untuk membuat membran salah satunya yaitu selulosa asetat. Selulosa asetat dapat diperoleh melalui proses asetilasi selulosa dengan menggunakan bahan selulosa yang memiliki kemurnian yang tinggi. Pada umumnya pembuatan selulosa asetat secara komersial berasal dari kayu, kapas, dan serat tanaman non-kayu berkualitas tinggi [1] seperti serat batang tumbuhan eceng gondok (Eichhornia crassipess) [2]. Eceng gondok (Eichhornia crassipess) adalah salah satu tanaman yang mempunyai kemampuan sebagai biofilter. Perkembangbiakannya yang begitu cepat mengakibatkan tumbuhan ini telah berubah menjadi gulma di beberapa perairan Indonesia. Hal ini menjadi permasalahan yang harus segera dicari solusinya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memanfaatkan eceng gondok sebagai bahan baku pembuatan membran selulosa asetat. Dimana eceng gondok mengandung senyawa kimia selulosa yang cukup tinggi, yaitu 64,51% [2]. Dimana dilakukan pemisahan antara hemiselulosa dan lignin dengan metode delignifikasi. Telah dilakukan sebelumnya penelitian tentang pengambilan serat selulosa tanaman eceng gondok (Eichornia crassipess) yakni ekstraksi serat selulosa dengan variasi pelarut [3] dan sintesis selulosa diasetat dari eceng gondok [4]. Membran dan struktur membran selulosa asetat dari eceng gondok yang akan dibuat umumnya menentukan teknik pembuatan membran yang digunakan. Inversi fasa merupakan salah satu teknik yang umumnya digunakan pada pembuatan membran. Dimana membran yang akan dihasilkan dari teknik ini memiliki struktur morfologi membran berpori [1]. Penambahan Polivinil clorida (PVC) sebagai matriks pada pembuatan membran sangat menentukan struktur membran yang dihasilkan. Berdasarkan pemaparan ini, untuk memperoleh membran selulosa asetat berbasis selulosa pulp eceng gondok (Eichhornia crassipes) maka CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk Provided by Jurnal Online KIMIA FMIPA (Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam), Universitas Mulawarman