HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Volume 11 (2) 2023 ISSN 2337-4713 (E-ISSN 2442-8728) DOI: 10.24127/hj.v11i2.8420 427 Militia Movement in Tangerang Incident of 1946 Rilva Deni Yogatama 1 *, Moh. Ali Fadillah 2 , Yuni Maryuni 3 1,2,3 History Education, Faculty of Teacher Training and Education, Sultan Ageng Tirtayasa University, Indonesia *correspondence email: 2288190038@untirta.ac.id Received 24 July 2023; Received in revised form 2 August 2023; Accepted 4 August 2023 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran gerakan milisi dalam sebuah peritiwa berdarah di Kabupaten Tangerang yang dikenal sebagai Insiden Tangerang tahun 1946. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini memanfaatkan metode penelitian historis dan teori-teori yang relevan untuk memahami peristiwa lewat sumber-sumber sejarah yang ditemukan. Adapun bentuk sumber sejarah yang digunakan adalah lisan dan tulisan. Berdasarkan waktu diproduksinya sumber-sumber sejarah tersebut, sumber sejarah ini dibagi kembali menjadi sumber sejarah primer berupa buku, arsip, foto dan surat kabar sejaman. Sementara sumber sejarah sekundernya adalah wawancara, buku dan penelitian yang relevan. Berdasarkan hasil penelitian, Kabupaten Tangerang merupakan daerah multi etnis dimana kondisi tersebut rentan akan terjadinya kerusuhan antar etnis, konflik antar etnis kerap terjadi di daerah ini sejak tahun 1913 dan hubungan antar masyarakat semakin memburuk. Dalam situasi yang serba kacau, bermunculan kelompok milisi yang dibangun atas kepentingan-kepentingan etnis tertentu yang saling bermusuhan satu sama lain, kelompok tersebut akhirnya melakukan tindakan tidak manusiawi yang dikenal sebagai Insiden Tangerang 1946. Peristiwa ini berlangsung selama hampir dua bulan antara 1 Juni 1946 hingga 15 Juli 1946 dimana peristiwa ini telah merenggut ratusan nyawa lewat aksi perampokan, pembunuhan dan pembakaran, bahkan dikategorikan sebagai salah satu peristiwa paling berdarah di masa itu. Kata kunci: insiden tangerang, milisi, konflik sosial. Abstract This research aimed to determine the role of the militia movement in a bloody incident in Tangerang Regency known as the Tangerang Incident in 1946. To achieve this goal, this study utilizes historical research methods and relevant theories to understand events through found historical sources. Historical sources used are oral and written. Based on the time when these historical sources were produced, these historical sources are subdivided into primary historical sources in the form of contemporary books, archives, photographs and newspapers. While secondary historical sources are interviews, relevant books and research. Based on the research results, Tangerang Regency is a multi-ethnic area where these conditions are prone to inter-ethnic riots, inter-ethnic conflicts have often occurred in this area since 1913 and relations between communities are getting worse. In a chaotic situation, militia groups emerged which were built on the interests of certain ethnic groups that were mutually hostile to one another, the group eventually committed an inhumane act known as the 1946 Tangerang Incident. This incident lasted for nearly two months between 1 June 1946 and July 15, 1946 where this incident claimed hundreds of lives through acts of robbery, murder and arson. even categorized as one of the bloodiest events of that era. Keywords: tangerang incident, militia, social conflict. INTRODUCTION Indonesian independence claimed (de facto) on August 17, 1945 with the reading of the text of the proclamation of independence by Ir. Soekarno (Idris & Sembiring, 2022: 9014) in fact, was not