How to cite: Zulham Dwi Pratikto, Ekaterina Setyawati, Djamal Thaib (2023) Analisis Hubungan Intensitas Pencahayaan dan Kelelahan Mata terhadap Produktivitas Kerja pada Pekerja Konveksi Tahun 2022, (7) 10, http://dx.doi.org/10.36418/syntax-literate.v6i6 E-ISSN: 2548-1398 Published by: Ridwan Institute Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia pISSN: 2541-0849 e- ISSN: 2548-1398 Vol. 7, No. 11 November 2022 ANALISIS HUBUNGAN INTENSITAS PENCAHAYAAN DAN KELELAHAN MATA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PADA PEKERJA KONVEKSI TAHUN 2022 Zulham Dwi Pratikto, Ekaterina Setyawati, Djamal Thaib Universitas Sahid Jakarta Email: zulhamdwipratikto@yahoo.com, ekaterina_setyawati@usahid.ac.id, dt_djamal@yahoo.com Abstrak Dalam industri garmen harus mempunyai 3 aset utama yaitu bahan kain, mesin jahit dan operator mesin jahit. Operator mesin jahit merupakan orang yang paling penting karena banyak atau sedikitnya jumlah pakaian jadi yang dihasilkan tergantung oleh operator mesin jahit. Namun pada kenyataannya diketahui bahwa bagian ini memiliki intensitas pencahayaan dibawah rata-rata daripada kebijakan pemerintah yang berlaku, sehingga didapati bahwa menimbulkan beberapa gejala keluhan kelelahan mata yang berdampak pada naik dan turunnya tingkat produktivitas kerja pekerja. Metode penelitian ini adalah explanatory, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara dan menggunakan teknik Total Sampling Responden merupakan karyawan Dodik Garment dan CV. Arga Garment. Teknik analisis yang dipakai menggunakan koefisien korelasi pearson, koefisien determinasi serta uji signifikansi dan diuji menggunakan SPSS for Wimdows versi 27.0. Hasil penelitian ini menunjukkan intensitas pencahayaan berada di bawah standar minimal. Keluhan kelelahan mata dirasakan hampir sebagian besar pekerja dengan gejala seperti mata merah, mata mengantuk dan sakit kepala. Seluruh variabel independen, yaitu intensitas pencahayaan (X1) dan kelelahan mata (X2), secara bersama-sama (simultan) maupun sendiri-sendiri (parsial) mempengaruhi variabel dependen produktivitas kerja (Y). Saran yang dapat diberikan yaitu perlunya pengawasan dari dinas pemerintah terkait, melakukan pemeliharaan secara rutin, mendesain ulang tata letak ruangan untuk memaksimalkan distribusi pencahayaan, melakukan pemeriksaan kesehatan mata secara berkala dan membuat peraturan dan Standard Operating Procedures (SOP) untuk meminimalisasi risiko terjadinya keluhan kelelahan mata. Kata kunci: Intensitas Pencahayaan; Kelelahan Mata; Produktivitas Kerja; Home Industri Tapos Kota Depok. Abstract The garment industry must have three main assets: fabrics, sewing machines, and sewing machine operators. Because the amount of finished garments produced is dependent on the sewing machine operator, he or she is the most important person.