Jurnal Sipil Statik Vol.4 No.1 Januari 2016 (21-28) ISSN: 2337-6732 21 POLA DISTRIBUSI HUJAN JAM-JAMAN DI DAS TONDANO BAGIAN HULU Andriano Petonengan Jeffry S. F. Sumarauw, Eveline M. Wuisan Universitas Sam Ratulangi Fakultas Teknik Jurusan Sipil Manado Email:anopetonengan@gmail.com ABSTRAK DAS Tondano bagian hulu sampai saat ini belum memiliki pola distribusi hujan jam-jaman, sehingga dalam analisis debit banjir pada daerah tersebut masih menggunakan pola hujan dari daerah lain. Hal ini mengakibatkan hasil yang didapatkan untuk menghitung debit rencana dengan metode HSS menjadi kurang akurat. Metode yang dipakai untuk mendapatkan pola distribusi hujan jam-jaman adalah metode observed dan metode statistik. Metode observed digunakan untuk analisis data hujan jam- jaman yang sudah dikelompokkan berdasarkan durasi hujan. Sedangkan metode statistik digunakan untuk pengumpulan, perhitungan, dan penyajian data hujan jam-jaman. Berdasarkan pola distribusi hujan jam-jaman, persentase hujan sangat tinggi pada jam pertama, dan terus-menerus menurun pada jam kedua, ketiga, keempat sampai terakhir pada jam kelima. Menurut tabel Johanes Brummer, pola hujan tersebut termasuk pada pola hujan nomor 3, yaitu “Hujan Berkurang Terus- Pengurangan Intensitas Monoton”. Kata kunci : Pola Hujan, Jam-jaman, DAS Tondano Bagian Hulu, Metode Observed dan Metode Statistik, Tabel Johanes Brummer. PENDAHULUAN Latar Belakang Daerah Aliran Sungai (DAS), merupakan suatu area yang dibatasi secara topografis oleh punggung bukit yang berfungsi untuk menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang diterima menuju ke sistem sungai terdekat yang selanjutnya bermuara di waduk atau danau atau laut. Dalam perencanaan Bangunan Air di DAS, informasi tentang DAS sangat diperlukan. Dalam perencanaan tersebut, salah satu data yang dibutuhkan adalah data debit rencana. Untuk memperoleh nilai debit rencana, bisa didapatkan dengan dua cara : 1. Jika tersedia data debit pengamatan di sungai yang ditinjau minimal 20 tahun data, maka debit rencana dapat langsung dianalisis dengan analisis frekuensi debit. 2. Jika tidak tersedia data debit pengamatan di sungai, maka debit rencana dapat diperoleh dengan menggunakan data hujan rencana. Untuk mengubah hujan rencana menjadi debit rencana dapat dilakukan dengan beberapa metode, salah satunya dengan menggunakan metode HSS (Hidrograf Satuan Sintetis). Dalam menggunakan metode HSS, diperlukan pola distribusi hujan daerah penelitian untuk mendapatkan data debit rencana yang akurat. DAS Tondano bagian hulu belum memiliki pola distribusi hujan jam-jaman, sehingga dalam analisis debit banjir pada daerah tersebut masih menggunakan pola hujan daerah lain. Hal ini mengakibatkan hasil yang didapatkan dari menghitung debit rencana dengan metode HSS menjadi kurang akurat. Rumusan Masalah Tidak tersedianya pola distribusi hujan jam-jaman DAS Tondano bagian hulu, sehingga data debit rencana kurang akurat. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pola distribusi hujan jam- jaman di DAS Tondano bagian hulu. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi keilmuan dalam bidang teknik sipil khususnya mengenai hidrologi, tentang pola distribusi hujan jam- jaman yang terjadi di DAS Tondano bagian hulu. Pembatasan Masalah Batasan-batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :