Kajian Ekonomi dan Akuntansi Terapan Volume. 2, No. 1, Tahun 2025 e-ISSN : 3046-9414; dan p-ISSN : 3046-8736; Hal. 01-13 DOI: https://doi.org/10.61132/keat.v2i1.815 Available online at: https://ejournal.areai.or.id/index.php/KEAT Received: November 30, 2024; Revised: Desember 30, 2024; Accepted: Januari 17, 2025; Online Available: Januari 22, 2025; Pengaruh Tingkat Literasi Finansial dan Persepsi Risiko terhadap Perilaku Konsumtif Impulsif pada Mahasiswa Ekonomi Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai Alfiani Rizky Syahputri 1 , Balya Ibnu Mulkhan 2 , Ita Novi Yanti 3 , Lidya Clara Prislin 4 , Maisyarah 5 , Putri Ramadhani Br.Bangun 6 ,Gadis Arniyati Athar 7*) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Program Studi Ekonomi Syariah, Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai, Sumatera Utara, Indonesia 1234567*) Corresponding Author: Pr5103641@gmail.com ABSTRACT : This study aims to analyze the effect of financial literacy and risk perception on impulsive consumptive behavior on students of the Faculty of Economics, Sheikh Abdul Halim Institute impulsive consumptive behavior in students of the Faculty of Economics, Sheikh Abdul Halim Hasan Institute Binjai. Using a quantitative approach with an explanatory survey method, this study involved 56 respondents selected using accidental sampling technique. The regression analysis results show that financial literacy has a significant positive effect on consumptive behavior (B = 1.157; sig. = 0.000), while risk perception has a significant negative effect (B = -0.555; sig. = 0.017). Simultaneously, these two variables contribute significantly to consumptive behavior with a coefficient of determination (R²) of 61.4%. The results of this study reveal that high financial literacy can increase the tendency of consumptive behavior due to increased confidence in financial management, while high risk perception can suppress consumptive behavior through awareness of potential losses. This study emphasizes the importance of a holistic approach in the formation of healthy financial behavior, involving the improvement of financial literacy as well as education related to risk perception. The findings are expected to contribute to the development of more effective financial education strategies for economics students. Keywords: Financial Literacy, Risk Perception, Impulsive Consumptive Behavior, Economics Students, Digital Transactions ABSTRAK : Studi ini meneliti bagaimana pemahaman keuangan dan penilaian risiko memengaruhi pola belanja tidak terencana di kalangan mahasiswa Fakultas Ekonomi Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai. Dengan mengadopsi pendekatan kuantitatif dan survei eksplanatori, penelitian mengambil sampel 56 partisipan melalui metode accidental sampling. Temuan analisis regresi mengindikasikan pengaruh positif yang kuat dari literasi finansial (B = 1,157; sig. = 0,000) dan dampak negatif signifikan dari persepsi risiko (B = -0,555; sig. = 0,017) terhadap perilaku konsumtif. Kedua faktor tersebut secara bersama-sama menjelaskan 61,4% variasi dalam perilaku konsumtif mahasiswa. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa literasi finansial yang tinggi dapat meningkatkan kecenderungan perilaku konsumtif akibat meningkatnya kepercayaan diri dalam pengelolaan keuangan, sedangkan persepsi risiko yang tinggi dapat menekan perilaku konsumtif melalui kesadaran akan potensi kerugian. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam pembentukan perilaku keuangan yang sehat, melibatkan peningkatan literasi finansial sekaligus edukasi terkait persepsi risiko. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan strategi pendidikan keuangan yang lebih efektif bagi mahasiswa ekonomi. Kata Kunci: Literasi Finansial, Persepsi Risiko, Perilaku Konsumtif Impulsif, Mahasiswa Ekonomi, Transaksi Digital 1. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi dan digitalisasi ekonomi telah menciptakan perubahan signifikan dalam pola konsumsi masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan mahasiswa. Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa transaksi e-commerce pada tahun 2023 mencapai Rp 476,3 triliun, meningkat 19,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Kemudahan akses terhadap berbagai platform belanja online dan sistem pembayaran digital telah