Jurnal Dehasen Mengabdi, Vol. 3 No. 1 Maret 2024 page: 7–12 | 7 Pengabdian Diversifikasi Olahan Ikan Slengek Andwini Prasetya 1) ; Ana Nurmalia 2) ; Yossie Yumiati 3) ; Ririn Afriani 4) ; Resta Purnamasari 5) 1,2,3,4, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Dehasen Bengkulu 5) Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Dehasen Bengkulu Email: 1 andwini@unived.ac.id; 2 ananurmalia@unived.ac.id; 3 yossieyumiati74@unived.ac; 4 afrianiririn22@gmail.com; 5 Resta@gmail.com ARTICLE HISTORY Received [24 Juni 2023] Revised [21 Maret 2024] Accepted [30 Maret 2024] ABSTRAK Kawasan Kota Tuo merupakan salah satu kawasan pesisir di Kota Bengkulu. Sebagian matapencaharian penduduk Kawasan Kota Tuo adalah nelayan. Salah satu ikan yang banyak diperoleh nelayan kota tuo yakni ikan slengek. Ikan slengek merupakan ikan khas daerah Bengkulu yang biasanya diperoleh dalam jumlah besar. Namun ikan ini memiliki harga yang terbilang murah yakni sekitar Rp.5000,-/Kg. Maka perlu adanya informasi dan teknologi pengolahan yang bisa menambah nilai tambah serta umur simpan. Maka dari itu diadakan pelatihan dan penyuluhan pengolahan dimsum dan nugget berbahan dasar ikan slengek. Setelah dilaksanakan pengabdian di Kawasan Kota Tuo masyarakat telah telah memperoleh informasi dan pengetahuan mengenai teknologi pengolahan ikan slengek menjadi produk yang memiliki nilai tambah yakni dimsum dan nugget serta masyarakat telah menerima penyuluhan pelatihan digital marketing yang belum pernah diterima sebelumnya dan melalui pelatihan ini mitra dibimbing bagaimana memanfaatkan sosial media sebagai wadah promosi produknya sehingga diharapkan menjadi stimulan pertumbuhan ekonomi. ABSTRACT Kawasan Kota Tuo is one of the coastal areas in Bengkulu City. Most of the livelihoods of the residents of Kawasan Kota Tuo are fishermen. One of the fish that many fishermen get from Tuo City is slengek fish. Slengek fish is a typical fish from the Bengkulu region which is usually obtained in large quantities. However, this fish has a fairly cheap price, which is around Rp. 5000, -/Kg. So it is necessary to have information and processing technology that can add added value and shelf life. Therefore, training and counseling were held on the processing of dimsum and nuggets made from slengek fish. After the service was carried out in Kawasan Kota Tuo, the community had obtained information and knowledge about the technology for processing slengek fish into products that have added value, namely dimsum and nuggets and the community had received digital marketing counseling that had never been received before and through this training partners were guided how to use social media as a forum for the promotion of its products so that it is expected to be a stimulant of economic growth. KEYWORDS Diversifikasi, DimSum, Slengek Fish, Kawasan Kota Tuo This is an open access article under the CC–BY-SA license PENDAHULUAN Kawasan Pesisir Kota Tuo merupakan salah satu kawasan pesisir yang cukup terkenal di Bengkulu adalah Kawasan Kota Tuo. Masyarakat yang tinggal di Kawasan Kota Tuo rata-rata merupakan masyarakat asli Bengkulu, mereka menyebut diri mereka masyarakat “Melayu Bengkulu”. Kota Tuo memiliki nilai historis tinggi dan memainkan peran signifikan dalam perjuangan kebangsaan Indonesia. Sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai nelayan konvensional yang memiliki pendapatan terbatas. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya pendapatan masyarakat di wilayah pesisir, khususnya nelayan, yaitu minimnya pengetahuan tentang pengolahan hasil tangkapan serta sebagian dari mereka masih berharap program bantuan yang diberikan pemerintah (Prihatini et al., 2022). Padahal potensi perikanan merupakan faktor penting untuk menetapkan arah dan kebijakan dalam membangun dan mengambangkan wilayah pesisir (Amir et al., 2021). Berbagai potensi sumberdaya perikanan laut Indonesia, yaitu sekitar 6,4 juta ton per tahun Arianto, 2020). Salah satu ikan yang banyak diperoleh nelayan kota tuo yakni ikan slengek. Ikan slengek merupakan ikan khas daerah bengkulu yang biasanya diperoleh dalam jumlah besar. Namun ikan ini memiliki harga yang terbilang murah yakni sekitar Rp.5000,-/Kg. Ikan Slengek merupakan salah satu jenis ikan yang banyak dijumpai di pasar-pasar tradisional Bengkulu. Ikan ini masih kurang dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Kota Bengkulu . Hal inilah yang membuat ikan Slengek memiliki harga yang relative lebih murah disbanding ikan lainnya padahal Ikan slengek sama seperti ikan pada umumnya memiliki kandungan gizi protein yang baik untuk kesehatan, perbaikan sel yang rusak dan menambah masa otot. Ikan slengek mengandung Rendemen sebesar 19,6%, Kalsium 22,86 mg/g, Protein 58,97%, Lemak 14,38%, Air 5,67%, Abu 15,87%, Karbohidrat 5,12% (Brillyana, 2022). Karakteristik dari produk pertanian dan perikanan yakni mudah cepat rusak. Sehingga untuk menanggulangi rendahnya harga dan banyaknya ketersediaan ikan slengek maka perlu dilakukan diversifikasi produk. Diversifikasi pengolahan pangan lokal dipandang stategis dalam menunjang ketahanan pangan, terutama berkaitan dengan aspek promosi ketersediaan pangan yang beragam, penanggulangan masalah gizi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.