161 Pendampingan Pembuatan Pupuk Organik Cair dan Pestisida Dari Bawang Putih dan Limbah Kulit Bawang di Desa Pugeran, Kabupaten Mojokerto Sasongko Aji Wibowo a *, Mahya Indra Tama 3 a , Maria Paula Pratatya Ametilok 3 b , Alan Rizki Dui Reandi 4 c , Khoirul Anam As Syukri 5 d a Jurusan Teknik Industri, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia b Jurusan Administrasi Publik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia c Ilmu Hukum, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia d Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik, Universitas Maarif Hasyim Latif , Sidoarjo, Indonesia *corresponding author: sasongkoaji@untag-sby.ac.id Abstract Masyarakat Desa Pugeran, Kabupaten Mojokerto memiliki masalah pada sampah. Salah satunya adalah limbah kulit bawang yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu diketahui bawang merah dan bawang putih memiliki kandungan senyawa yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman begitupun kulitnya. Limbah kulit bawang dapat dimanfaatkan sebagai POC dan pestisida. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam pemanfaatan limbah bawang sebagai POC dan pestisida untuk tanaman. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara observasi lapangan dan pengumpulan data dengan menggunakan metode rekayasa sosial untuk memperoleh data dari target sasaran yaitu para petani di Desa Pugeran. Kegiatan PKM terdiri atas tahap analisis situasi sampai pendampingan pembuatannya. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat membuat POC, pestisida dan pupuk kompos dari limbah kulit bawang secara berkelanjutan karena jauh lebih aman, lebih terjangkau, alat dan bahannya juga mudah ditemukan. Keywords: Kulit Bawang; Pestisida; POC; Limbah 1. Pendahuluan Desa Pugeran merupakan lingkungan yang sudah cukup lama bergelut dengan permasalahan sampah, baik sampah ketiadaan bank sampah maupun penghasil polusi udara akibat pembakaran sampah di lahan depan dan belakang rumah.Masalah sampah adalah satu masalah yang sering terjadi dalam lingkungan atau wilayah Indonesia baik itu wilayah kota maupun wilayah pedesaan. Pertumbuhan penduduk yang semakin banyak serta meningkatnya aktivitas masyarakat menjadi dasar adanya pertambahan jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya (Rosnawati, Bahtiar, and Ahmad 2018). Salah satu permasalahan sampah berasal dari limbah rumah tangga,