128 | Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol.15 No.1 (2024) 128-135 Article History: Submit: 29 Desember 2023 Accepted: 22 Januari 2024 Publish: 31 Januari 2024 RIWAYAT ASI EKSKLUSIF DAN MPASI DINI SEBAGAI PREDIKTOR TERJADINYA STUNTING Rosdiana a,* , Ririn Puspita Sari b , Annisa Tri Feby Kirana c , Umi Daimah d abcd Poltekkes Kemenkes Palembang Muara Enim, Sumatera selatan, Indonesia Email : rosdiana.160568@gmail.com Abstrak Masalah stunting merupakan gambaran dari malnutrisi kronis yang terjadi sejak 1000 hari pertama kehidupan. Di Indonesia, prevalensi stunting pada balita mencapai 21,6% pada tahun 2022, dan di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, angka stunting mencapai 36,16% pada tahun 2019. Sebuah penelitian dilakukan untuk melihat apakah Riwayat Pemberian ASI Eksklusif dan Riwayat MPASI Dini dapat diprediksi sebagai faktor terkait stunting pada anak usia <24 bulan di Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan desain case control, melibatkan ibu yang memiliki anak usia >6 - <24 bulan. Dari total 45 Bayi dibawah dua tahun (Baduta) yang menjadi sampel, 15 mengalami stunting sebagai kasus dan 30 lainnya tidak mengalami stunting sebagai kontrol. Analisis data dilakukan dengan uji chi square, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Riwayat ASI Eksklusif dan Riwayat MPASI Dini sebagai prediktor stunting pada anak usia tersebut di Kecamatan Lintang Kanan, dengan nilai p value < 0,003 untuk setiap variabel. Hasil ini menunjukkan perlunya intervensi lebih lanjut dalam pelayanan kesehatan guna meningkatkan pengetahuan ibu mengenai ASI Eksklusif dan MPASI untuk mengurangi angka stunting pada anak-anak tersebut. Kata Kunci: ASI Eksklusif, MP ASI dini, Stunting Abstract The problem of stunting is a reflection of chronic malnutrition that occurs from the first 1000 days of life. In Indonesia, the prevalence of stunting in toddlers will reach 21.6% in 2022, and in Empat Lawang Regency, South Sumatra, the stunting rate will reach 36.16% in 2019. A study was conducted to see whether there is a history of exclusive breastfeeding and a history of early MPASI. can be predicted as a factor related to stunting in children aged <24 months in Lintang Kanan District, Empat Lawang Regency. This research used quantitative analytical methods with a case control design, involving mothers who had children aged >6 - <24 months. Of the total 45 toddlers sampled, 15 experienced stunting as cases and 30 others did not experience stunting as controls. Data analysis was carried out using the chi square test, which showed that there was a significant relationship between history of exclusive breastfeeding and history of early complementary feeding as predictors of stunting in children of this age in Lintang Kanan District, with a p value <0.003 for each variable. These results indicate the need for further intervention in health services to increase mothers' knowledge about exclusive breastfeeding and MPASI to reduce stunting rates in these children. Keywords: Exclusive breastfeeding, early complementary feeding, stunting PENDAHULUAN Anak adalah investasi bagi masa depan yang memerlukan perhatian untuk kelangsungan hidupnya dan menjadi pilar utama dalam perkembangan masa depan. Berdasarkan hal tersebut, kecukupan dari nutrisi anak menjadi urgensi yang penting sehingga gizi anak cukup, karena hal ini menjadi indikator krusial dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangannya (Monalisa et al., 2021). Sejak kehamilan hingga berusia dua tahun sering juga disebut dengan masa emas pertumbuhan dan perkembangan. Hambatan dalam proses ini dapat menyebabkan malnutrisi kronis sehingga anak gagal