Representasi Gender dalam Lagu “The Man” Karya Taylor Swift: Analisis Wacana Kritis Sara Mills Auliya Rahma Zain Universitas Brawijaya auliya9604@student.ub.ac.id Artikel Info Abstrak Submission Revisions Publish Lagu “The Man” karya Taylor Swift adalah bentuk ekspresi artistik yang memuat kritik sosial terhadap ketimpangan gender dan patriarki. Lirik dalam lagu ini menyoroti bagaimana standar ganda berlaku dalam penilaian terhadap perempuan dan laki-laki dalam konteks sosial dan profesional. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: bagaimana representasi gender dibangun dalam lirik lagu “The Man”, bagaimana posisi subjek dan objek dikonstruksikan menurut persektif analisis wacana kritis model Sara Mills, dan bagaimana posisi penulis-pembaca dalam memaknai lirik lagu “The Man” berdasarkan konstruksi wacana yang terbentuk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis wacana kritis model Sara Mills, yang menitikberatkan pada posisi subjek dan objek dalam teks. Data dikumpulkan melalui dokumentasi lirik lagu “The Man” dan dianalisis berdasarkan relasi kuasa, representasi gender, dan struktur naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narator menempatkan dirinya sebagai subjek yang menyuarakan ketidakadilan sosial berbasis gender, dengan membandingkan perlakuan yang akan diterimanya jika ia adalah laki- laki. Laki-laki direpresentasikan sebagai pihak yang lebih dihargai dalam hal kepemimpinan, pencapaian, dan ekspresi diri, sedangkan perempuan seringkali mendapat penilaian negatif meskipun menunjukkan kualitas yang sama. Lagu ini juga mengandung kritik terhadap maskulinitas toksik dan hegemoni patriarki yang melekat dalam budaya populer. Dari segi posisi penulis, narator mengadopsi sudut pandang perempuan yang mengalami langsung ketidaksetaraan gender, menjadikannya sebagai suara yang otentik dan reflektif dalam menggugat norma sosial yang bias gender. Sementara itu, posisi pembaca yang diasumsikan adalah khalayak umum, baik laki-laki maupun perempuan, terutama mereka yang belum sepenuhnya menyadari bias gender yang mengakar dalam masyarakat. Strategi naratif yang digunakan mendorong pembaca untuk melakukan refleksi kritis terhadap peran dan ekspektasi gender, serta membuka ruang untuk solidaritas lintas gender dalam menuntut keadilan. Kesimpulannya, lirik “The Man” secara efektif merepresentasikan ketimpangan gender melalui narasi yang reflektif dan penggunaan bahasa yang satir, serta menempatkan perempuan sebagai subjek yang kritis dan menuntut keadilan. Kata Kunci: Representasi Gender; Analisis Wacana Kritis; Sara Mills This is an open access article under the CC - BY license. PENDAHULUAN Wacana merupakan satuan bahasa pada tataran paling tinggi karena mencakup berbagai unsur linguistik, seperti fonologi, morfologi, semantik, dan sintaksis, serta unsur yang lebih kompleks seperti situasi dan konteks saat wacana itu digunakan (Humaira dalam Vira & Prihatini, 2023). Dalam kajian bahasa, wacana tidak hanya dipahami sebagai rangkaian ujaran atau teks, tetapi juga sebagai representasi sosial yang sarat akan makna. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengkaji wacana adalah analisis wacana kritis. Menurut Darma (dalam Maisaroh & Prihatin, 2022), analisis wacana kritis merupakan pendekatan yang bertujuan mengungkap dinamika sosial seperti kekuasaan dan ideologi yang tersembunyi dalam teks atau realitas sosial. Dengan kata lain, pendekatan ini digunakan untuk menelusuri makna di balik relasi sosial yang termuat dalam wacana. Dalam konteks penelitian ini, pendekatan wacana kritis digunakan untuk mengkaji