Rumôh Journal of Architecture - University of Muhammadiyah Aceh Vol: 11 | No: 1 (2021): June DOI: http://doi.org/10.37598/rumoh.v11i1.130 1 THE ENVIRONMENTAL DRIVERS BEHIND THE DEVELOPMENT OF THE VICTORIAN TEXTILE FACTORY Dampak Lingkungan yang Terjadi di Balik Pembangunan Pabrik Tekstil Victorian Suci Farahdilla Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik UNMUHA (sucifarahdilla@gmail.com) ABSTRAK Industri tekstil di abad kesembilan belas Kerajaan Inggris Raya adalah salah satu tonggak sejarah industrI yang berpusat pada pabrik-pabrik kapas. Perkembangan industri ini menarik banyak warga yang menaruh harapan untuk meningkatkan standar hidup mereka dengan pindah ke daerah yang berdekatan dengan pabrik. Selain memberikan pemasukan bagi negara, pabrik-pabrik ini juga berdampak pada lingkungan serta masyarakat yang tinggal dan bekerja di dalamnya. Ada tiga masalah lingkungan yang muncul sebagai dampak dari industri pabrik tekstil masa Victoria yaitu: bahaya kebakaran, kondisi pabrik yang buruk dan RUU Pabrik. Bahan yang mudah terbakar, seperti kapas mentah yang terutama digunakan dalam industri ini, dan ruangan bersuhu tinggi menyebabkan pabrik-pabrik dilalap api. Kurangnya perlindungan konstruksi pabrik dari kebakaran menyebabkan diperkenalkan dan diterapkannya metode bangunan baru yang disebut “Konstruksi Tahan Api”. Kondisi kesehatan para pekerja yang memprihatinkan karena bekerja di kelembaban dan suhu tinggi berujung dengan disahkannya RUU Pabrik (Factory Act). Namun, tindakan yang seharusnya menjadi aturan bagi pemilik pabrik untuk memberikan pekerja mereka tempat kerja yang jauh lebih layak hampir tidak terlaksana sepenuhnya pada masa ini. Penulis menggunakan metode studi pustaka dalam mengumpulkan data. Oleh karena itu, artikel ini dimaksudkan untuk menyampaikan kepada pembaca tentang situasi lingkungan di pabrik kapas sekaligus memberikan gambaran tentang betapa sulitnya mencapai kenyamanan yang ideal. Kata kunci: Kenyamanan, Pabrik kapas, Lingkungan, RUU Pabrik, Kerajaan Inggris abad kesembilan belas, industri tekstil masa Victoria ABSTRACT Textile industry in the nineteenth century of the British Empire was one of the milestone industries which center on cotton mills. The development of this industry attracted many people who wished to increase their life’ standard to migrate to area near the factories located in order to work there. As much as giving revenue for the country, these factories also gave impact to the environment as well as people living and working in it. There were three things behind the environmental impact during the Victorian era of textile industry, fire hazard, mills’ poor conditions and factory bill. Flammable materials, like raw cotton which mainly used in this industry, and high temperature room caused the factories engulfed in fire. The lacked protection from fire of the factories’ construction then led to a new building method being introduced and applied called the “Fireproof Construction”. Poor health condition of the workers who worked in high humidity and temperature of cotton mills brought a creation of factory bill (Factory Act) being passed. However, the act that was supposed to act as a regulation for factories owners to offer their worker a much more suitable place to work was hardly fully implied during this time. The writer used literature review method in collecting data. This article therefore intended to deliver the reader about the environment situation in the cotton factories while also giving the idea on how hardly an ideal comfort was achieved. Keywords: Comfort, Cotton mills, Environmental, Factory act, Nineteenth century of British Empire, Victoria’s textile industry Article History Diterima (Received) : 17-06-2021 Diperbaiki (Revised) : 29-06-2021 Diterima (Accepted) : 30-06-2021