PERANCANGAN EKSPERIMENTASI LONTAR PRASI SEBAGAI MEDIA PEMBUATAN MANUSCRIPT MODERN DESIGNING EXPERIMENTAL OF LONTAR PRASI AS A MEDIUM OF CREATING MODERN MANUSCRIPT Yessi Nur Mulianawati 1 , Dimas Krisna Aditya, S. IP., M. Sn 2 1.2 Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Telkom 1 yessioww@gmail.com, 2 deedeeaditya@telkomuniversity.ac.id Abstrak Salah satu warisan budaya yang sudah ada sejak ribuan tahun lamanya adalah Lontar. Salah satu kota yang memanfaatkan Lontar sebagai media untuk mengabadikan sejarah yang telah diukir adalah Bali. Bali memiliki sejuta keunikan budaya yang sangat diminati oleh wisatawan, salah satunya Lontar. Salah satu yang cukup terkenal di Bali adalah Lontar Prasi. Lontar prasi yang cukup dikenal di buat di Desa Tenganan, Pegeringsingan, Karangasem, Bali. Biasanya Lontar Prasi yang di buat di Desa Tenganan bercerita mengenai Kekawin Ramayana dan Mahabrata. Narasi yang selama ini berkembang masih bersifat Bali sentris atau masih dalam ruang lingkup kebudayaan Bali. Masyarakat belum mengetahui apakah daun lontar bisa dituangkan atau divisualisasikan dari naskah modern. Tetapi teknik pembuatan Lontar Prasi itu sendiri masih terus dilestarikan hingga saat ini. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, akan dilakukan sebuah eksperimen desain untuk mengolah media Lontar dalam menciptakan narasi modern tetapi masih mempertahankan teknik untuk melukis diatas lontar itu sendiri. Kata kunci: Lontar, Manuscript, Budaya, Ilustrasi, Indonesia Abstract One of the famous cultural heritage that has long existed for thousands of years is the Lontar leaf painting. One of the cities that happen to use lontar as a representation of media to record history is Bali. Bali has millions of cultural heritage in later becomes attraction for the tourists, and one of them is Lontar. One of the most well-known is Lontar Prasi. Lontar prasi is being made in Tenganan, Pagerisingan, Karangasem village. Tenganan Lontar Prasi’s usually depicting Kekawin Ramayana and Mahabrata. The narration believed by the vast majority of Balinese people still very much bali- centric or in the scope of Balinese cultural heritage. People still unfamiliar of whether Lontar leaves could be visualized in modern usage although the technical creation of Lontar Prasi is still preserved until now. Based on the data being collected, there will be a design experiment to cultivate Lontar in creating modern narration but still hold the very much technical style to paint on the Lontar as a media. Keyword: Lontar, Manuscript, Culture, Illustration, Indonesia ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.5, No.3 Desember 2018 | Page 1654