JKPTB doi https://doi.org/10.21776/ub.jkptb.2020.008.02.03 Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem 8 (2) 2020 30 Kajian Kualitas Air Hujan dan NPK Budidaya Tomat (Mill. var. pyriforme) Apel dengan Cocopeat dan Kompos Sarah Fitri Soerya 1 , Nurpilihan Bafdal 2 , Dwi Rustam Kendarto 2 1 Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran 2 Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran email: sarahfshoerya@gmail.com RIWAYAT ARTIKEL Penerimaan 23 Juli 2020 Terbitan 13 Agustus 2020 ABSTRAK Fertigasi merupakan salah satu teknologi irigasi dikombinasikan dengan unsur hara yang biasa digunakan di dalam hidroponik. Hidroponik merupakan salah satu teknologi penananamn tanpa menggunakan tanah. Tanaman yang digunakan adalah tomat apel. Air hujan dapat digunakan untuk pengairan pertanian. Air hujan dapat menjadi solusi untuk kebutuhan air di musim kemarau sebagai sumber irigasi. Pengamatan kualitas air hujan dilakukan berdasarkan nilai pH, TDS, TSS, DO dan kekeruhan. Untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman tomat apel, digunakan nutrisi. Nutrisi yang digunakan adalah NPK, yang dicampurkan pada irigasi dengan menggunakan media tanam cocopeat dan kompos. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif, untuk mengetahui hasil panen tanaman secara kuantitatif. Tomat apel dengan penggunaan nutrisi NPK dan penggunaan media tanam cocopeat:kompos menghasilkan bobot prediksi sebesar 2.450 gram/pohon dengan total penggunaan air 19,01 liter/tanaman selama 78 hari dan total konsumsi NPK dalam bentuk granular sebanyak 2,296 kg. Efisiensi penggunaan air tanaman tomat apel pada greenhouse adalah sebesar 94,07 kg/m 3 . Prediksi bobot hasil panen sebesar 2,45 kg/pohon. KATA KUNCI Fertigasi; Kualitas Air; Nutrisi NPK; Tomat apel doi https://doi.org/10.21776/ub.jkptb.2020.008.02.03 1. Pendahuluan Tomat merupakan tanaman satu kali masa tanam yang membutuhkan irigasi, karena masa tanam dari tomat mencapai 4 bulan atau lebih. Produksi tomat di Indonesia pada tahun 2017 sebesar 962.849 ton dan pada tahun 2018 sebesar 976.809 ton [1]. Nilai yang naik pada tahun selanjutnya menunjukkan kebutuhan tomat bagi konsumsi masyarakat yang meningkat. perlu ada upaya penanggulangan dalam peningkatan produksivitas tomat, antara lain dengan memperbaiki teknik budidaya tanaman tomat. Indonesia merupakan negara yang memiliki curah hujan yaitu 500 mm/tahun hingga 5000 mm/tahun sesuai dengan ketinggian dari suatu daerah [2]. Musim hujan dengan waktu yang lama mengakibatkan persediaan air di