SIMULASI DAN ANALISIS SISTEM KLASIFIKASI SONGKET PALEMBANG MENGGUNAKAN STATISTIC, COLOR HISTOGRAM, DAN EUCLIDEAN DISTANCE PADA CITRA DIGITAL Simulation and Analysis System Of Classification Songket Palembang using Statistic, Color Histogram, and Euclidean Distance in Digital Image Nirwana Sari Prodi S1 Teknik Telekomunikasi, Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom Email:nirwanasariq@gmail.com Abstrak Pada tugas akhir ini dilakukan identifikasi jenis motif kain yang berasal dari salah satu daerah di Indonesia yaitu Palembang. Sistem pengklasifikasian songket ini diharapkan dapat membantu orang awam untuk membedakan songket Palembang yang satu dengan yang lainnya.Pada Tugas Akhir ini dibahas mengenai teknik untuk mengklasifikasikan motif songket dengan menggunakan pengolahan citra digital. Metode ekstraksi ciri yang digunakan adalah Statistic dan Color Histogram. Metode klasifikasi yang digunakan adalah K-Nearest Neighbour (K-NN). Untuk pengujian ini dilakukan pengujian dengan 270 sample foto songket, dengan komposisi masing-masing kelas memiliki 20 data uji dan 10 data latih. Hasil pengujian metode ini, didapatkan akurasi terbaik sebesar 100% dan waktu komputasi 0.83s dengan menggunakan metode Color Histogram dengan parameter : kuantisasi = 8 nilai k=1, dan jenis jarak Cityblock. Kata kunci : Songket, Statistic, Color Histogram, K-Nearest Neighbor (K-NN),Cityblock Abstract On this final assignment done identification of types of motif fabric that comes from one of the areas in Indonesia namely Palembang. The system of classification songket is expected to help the layman to distinguish a Palembang songket with each other. In this final task is discussed regarding techniques for classifying motifs songket by using digital image processing. Charactericstic extraction method used is statistics and color histograms. The classification method used is K-Nearest Neighbor (K-NN). The test is done by taking 270 coal samples with each class composition have 20 test images and 10 train images. In this final project, found out that the result has 100% accuration and 0.83s computation time using color histogram with parameters of quantization = 8 , the value of k=1, and the type of Cityblock. Keywords : Songket, Statistic, Color Histogram, K-Nearest Neighbor (K-NN),Cityblock 1. Pendahuluan Indonesia terkenal sebagai penghasil berbagai macam songket, dan salah satunya yang terkenal adalah kain songket asal Palembang. Songket Palembang memiliki ciri khas dengan warna warnanya yang bernuansa merah-emas dan motifnya yang indah. Songket ditenun dengan menggunakan benang emas dan perak yang umumnya dikenakan pada acara resmi seperti pernikahan adat. Songket memiliki beragam corak motif dan model, yang berbeda-beda pada tiap daerahnya dan menjadi ciri khas daerah tersebut. Motif- motif ragam songket Palembang padaa umumnya terdiri dari tiga bagian, yaitu motif tumbuh-tumbuhan (terutama bentuk stilasi dari bunga-bungaan), motif geometris, dan motif campuran antara tumbuh-tumbuhan dan geometris. Dari berbagai corak tersebut ada yang memiliki bentuk motif yang hampir sama sehingga dapat diklasifikasikan ke dalam suatu jenis songket tertentu. Oleh karena itu, penulis menganalisa lebih jauh mengenai perbedaan pola songket Palembang serta membuat aplikasi yang berguna untuk mengidentifikasi perbedaan motif songket Palembang yang satu dengan yang lain.Pada penelitian yang sebelumnya hanya mendeteksi motif songket berdasarkan kembang tengahnya sedangkan pada penelitian ini akan mendeteksi seluruh motif pada kain songket. Pada penelitian ini juga untuk menguji metode tersebut sehingga menghasilkan teknik klasifikasi dengan akurasi yang baik. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menghasilkan perangkat lunak yang dapat mengklasifikasikan motif songket dengan akurasi yang baik dengan penggunaan metode yang tepat. 2. Dasar Teori 2.1 Songket Songket berasal dari kata sungkit yang artinya mengait atau mencungkil karena cara pembuatannya dengan mengaitkan dan mengambil sedikit kain tenun kemudian menyelipkan benang emas. Menurut sebagian orang, songket berasal dari kata songka yaitu songkok khas Palembang yang pertama kalinya menenun kain dengan benang emas. Istilah menyongket yang artinya menenun dengan benar emas dan perak. Songket adalah kain tenun mewah yang dikenakan pada acara-acara resmi seperti perayaan atau pesta. Songket biasanya dikenakan melilit tubuh seperti mengenakan sarung, disampirkan di bahu, dan hiasan kepala (tanjak). Sejak dulu hingga sekarang, songket merupakan salah satu pakaian adat yang dikenakan pada pernikahan seperti Melayu, Palembang, Padang, Aceh dan Bali. Songket sering dijadikan sebagai salah satu hantaran pernikahan yang diberikan oleh pengantin laki-laki kepada pengantin perempuan [1]. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.4, No.1 April 2017 | Page 96 brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Open Library