Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau, 6(2) Oktober 2021, pp.68-73 Publisher by : Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Batanghari ISSN 2503-4766 (Print) | ISSN 2597-8837 (Online) | DOI 10.33087/akuakultur.v6i2.115 68 Pengaruh Tepung Daun Indigofera (Indigofera zollingeriana) Sebagai Subtitusi Bahan Baku Pakan Mandiri Terhadap Laju Pertumbuhan Benih Ikan Gurame (Osphronemus gouramy) 1 Achmad Nur Shulikin, 2 Syahrizal dan 2 Safratilofa 1 Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam Jambi Jl. Bumi Perkemahan Pramuka, Ds.Sungai Gelam, Kec.Sungai GelamKab.Muaro Jambi 2 Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Batanghari Jl. Slamet Riyadi, Broni, Jambi, 36122. Telp. +6074160103 1 e-mail korespondensi : anshulikin.bpbatsg@gmail.com Abstract. The high price of feed raw materials, especially protein sources, causes high commercial feed prices. One effort that can be done to reduce feed costs is to make independent feed by utilizing local forage-based raw materials such as Indigofera leaf flour (I. zollingeriana). The nutritional value of Indigofera leaf flour consists of 28.59% crude protein; crude fiber 8.96%, fat 4.12%, ash 9.33% and water content 9.25%. The purpose of this activity was to determine the effect of indigofera leaf meal (I. zollingeriana) as a substitute for independent feed ingredients on the growth rate of carp (O. gouramy) fry. The combination of treatments in a completely randomized design included: A (Without Indigofera); B (Indigofera Flour Substitutes for Fish Meal and Soybean Meal, 20% each); C (Indigofera Flour Substitute Soybean Meal 40%); D (Indigofera Flour 40% Fish Meal Substitute). Parameters observed for 60 days with sampling intervals every 10 days are Growth Rate, Feed Efficiency and Fish Survival. Data analysis used analysis of variance (ANOVA), if the results were significantly different, further tests were carried out using Duncan's test or DMRT. The use of Indigofera leaf flour by 40%, as a substitute for 20% fish meal and 20% soybean meal in treatment B, gave the best growth effect between treatments, with a growth rate of 4.78%, with feed efficiency 39.54% and sustainability. Live 92.22%. The growth rate of treatment B was not significantly different from treatment A (4.59 %), but very significantly different from treatment C (3.55%) and D (3.79 %). Independent feeds with various formulations of feed ingredients, such as fish meal, soybean meal and indigofera flour, are better because they are thought to contain more complex nutrients. Survival between treatments was not significantly different, where the F-count was smaller than the F-table or (P<0.01 or P<0.05). This means that indigofera leaves can be used as a substitute for fish meal or soybean meal and do not contain certain toxins. Keywords: Indigofera Flour, Growth Rate, Substitution Abstrak. Mahalnya harga bahan baku pakan terutama sumber protein, menyebabkan harga pakan komersil yang tinggi. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menekan biaya pakan adalah dengan cara membuat pakan mandiri dengan memanfaatkan bahan baku lokal berbasis hijaun seperti tepung daun Indigofera (I. zollingeriana). Nilai nutrisi tepung daun Indigofera terdiri dari protein kasar 28,59%; serat kasar 8,96%, Lemak 4,12%, Abu 9,33% dan Kadar Air 9,25%. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui pengaruh tepung daun indigofera (I. zollingeriana) sebagai subtitusi bahan baku pakan mandiri terhadap laju pertumbuhan benih ikan gurame (O. gouramy). Kombinasi perlakuan dalam rancangan acak lengkap meliputi : A (Tanpa Indigofera) ; B (Tepung Indigofera Subtitusi Tepung Ikan dan Bungkil Kedelai masing-masing 20%) ; C (Tepung Indigofera Subtitusi Bungkil Kedelai 40%) ; D (Tepung Indigofera Subtitusi Tepung Ikan 40%). Parameter yang diamati selama 60 hari dengan interval waktu sampling setiap 10 hari sekali yaitu Laju Pertumbuhan, Efisiensi Pakan dan Kelangsungan Hidup ikan. Analisa data menggunakananalisa sidik ragam (ANOVA), jikahasil berbeda nyata dilakukan uji lanjut dengan uji Duncan atau DMRT. Penggunaan tepung daun Indigofera sebesar 40%, sebagai subtitusi bahan baku Tepung ikan 20% dan Bungkil kedelai 20% pada perlakuan B, memberikan efek pertumbuhan terbaik antar perlakuan, dengan tingkat laju pertumbuhan 4,78%, dengan efisiensi pakan 39,54% dan Kelangsungan Hidup 92,22%. Laju pertumbuhan perlakuan B tidak berbeda nyata dengan perlakuan A (4,59 %), namun sangat berbeda nyata dengan perlakuan C (3,55 %) dan D (3,79 %). Pakan mandiri dengan formulasi bahan baku pakan yang beragam seperti Tepung Ikan, Bungkil Kedelai dan Tepung Indigofera, lebih baik karena diduga mengandung nutrisi yang lebih komplek. Kelangsungan hidup antar perlakuan tidak berbeda nyata, dimana F-hitung lebih kecil dari F-tabel atau (P<0,01 atau P<0,05). Artinya daun indigofera dapat dijadikan bahan subtitusi tepung ikan atau bungkil kedelai dan tidak mengandung racun tertentu. Kata Kunci : Tepung Indigofera, Laju Pertumbuhan, Subtitusi PENDAHULUAN Ikan gurame (O. gouramy) merupakan komoditas penting air tawar dengan nilai ekonomis yang tinggi di Indonesia. Segmentasi bisnis budidaya ikan gurame sudah melibatkan banyak pelaku usaha dan menyerap banyak tenaga kerja di beberapa daerah di Indonesia. Masakan Ikan Gurame yang beragam, mendukung kestabilan pemasaran ikan ini di seluruh daerah di Indonesia, baik pasar tradisional sampai modern dengan harga yang cukup tinggi. Semakin tinggi permintaan akan konsumsi ikan gurame, maka kebutuhan benih sebar juga meningkat. Permasalahan yang sering dikeluhkan oleh pembudidaya ikan adalah mahalnya harga pakan. Harga bahan baku pakan terutama sumber protein seperti Tepung Ikan dan Bungkil Kedelai, menyebabkan harga pakan komersil