PENGANTAR MANAJEMEN INDUSTRI DAN JASA Vanesia Riska Mufidah 1 Indria Guntarayana 2 PENDAHULUAN Perkembangan dunia usaha dan bisnis di era globalisasi saat ini menunjukkan bahwa persaingan antarperusahaan tidak lagi terbatas pada produksi barang semata, melainkan juga meluas hingga ke sektor jasa. Perubahan ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi, perubahan gaya hidup masyarakat, serta meningkatnya kebutuhan akan layanan yang cepat, praktis, dan berkualitas. Konsumen masa kini tidak hanya menilai sebuah produk dari kualitas fisik yang ditawarkan, melainkan juga dari kualitas pelayanan yang menyertainya. Oleh karena itu, peran manajemen dalam mengintegrasikan aspek industri dan jasa menjadi semakin krusial. Di Indonesia, sektor industri masih menjadi salah satu motor penggerak perekonomian, terutama dalam bidang manufaktur, tekstil, otomotif, dan makanan- minuman. Namun, dalam dua dekade terakhir, sektor jasa tumbuh dengan sangat pesat, terutama di bidang transportasi, pariwisata, keuangan, pendidikan, serta teknologi digital. Pertumbuhan ini sejalan dengan perkembangan ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy) dan transformasi digital yang telah mengubah cara perusahaan beroperasi maupun melayani konsumen. Salah satu contoh nyata dapat dilihat pada perusahaan berbasis platform digital seperti Gojek, Grab, atau Tokopedia, yang mampu mengintegrasikan aspek industri dan jasa secara bersamaan. Di satu sisi, mereka mengelola rantai pasok, logistik, dan teknologi aplikasi layaknya sebuah industri modern; di sisi lain, mereka juga sangat mengandalkan kualitas layanan dan interaksi dengan pelanggan agar tetap kompetitif di pasar. Hal ini membuktikan bahwa batas antara industri dan jasa semakin kabur (blurring), sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan dalam kerangka manajemen kontemporer. Selain itu, tantangan globalisasi, perubahan regulasi, serta meningkatnya kesadaran konsumen terhadap keberlanjutan (sustainability) juga memaksa perusahaan untuk mengelola industri dan jasa secara terpadu. Perusahaan yang hanya fokus pada produksi tanpa memperhatikan layanan berisiko ditinggalkan konsumen, sementara perusahaan jasa tanpa dukungan sistem industri yang efisien akan kesulitan bersaing dalam hal harga maupun skala layanan. Dengan demikian, penguasaan terhadap konsep manajemen industri dan manajemen jasa, beserta keterkaitannya, menjadi modal penting bagi perusahaan untuk tetap relevan dan unggul dalam persaingan global.