248
INTUISI 10 (3) (2018)
INTUISI
JURNAL PSIKOLOGI ILMIAH
http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/INTUISI
Terindeks DOAJ: 2541-2965
GAMBARAN STRIVING FOR SUPERIORITY PADA KELUARGA TERORIS
Sujoko
1
, Patria Mukti
2
Program Studi S1 Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Setia Budi Surakarta
Info Artikel Abstrak
Sejarah Artikel:
Diterima 20 September 2018
Disetujui 27 Oktober 2018
Dipublikasikan 30 November
2018
Terorisme di Indonesia dianggap sebagai kejahatan luar biasa (Extraordinary Crime) dan
juga sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan (Crime Against Humanity). Oleh sebab itu,
masyarakat di Indonesia sangat antipati dengan terorisme dan tidak akan memberikan
ruang gerak sedikitpun terhadap kegiatan terorisme di Indonesia. Stigma negatif yang
diberikan oleh masyarakat Indonesia terhadap terorisme ini, secara langsung ataupun tidak
akan mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap keluarga teroris. Persepsi negatif
masyarakat terhadap teroris dan keluarganya akan membuat teroris dan keluarganya
merasa terkucilkan dari lingkungan sekitarnya. Termasuk juga anak-anak mereka di
lingkungan sekolah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana
striving for superiority yang dilakukan oleh keluarga teroris dan bagaimana mereka
berjuang untuk keluar dari stigma negatif tersebut. Metode penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Analisis data
yang digunakan adalah analisis data induktif deskriptif yaitu melakukan abstraksi setelah
rekaman fenomena-fenomena khusus dikelompokkan menjadi satu. Adapun metode
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara langsung, yaitu
peneliti melakukan wawancara secara langsung kepada keluarga teroris. Berdasarkan pada
hasil penelitian dapat diketahui bahwa perilaku striving for superiority yang dilakukan
oleh keluarga teroris adalah : sabar, berdo‟a, tawakal (pasrah), tidak mempermasalahkan
segala bentuk stigma negatif masyarakat, membuka diri, menjaga interaksi sosial dengan
tetangga, dan melakukan kegiatan-kegiatan sosial. Selain itu, kuat dan lemahnya kondisi
psikis (mental) keluarga almarhum dipengaruhi oleh banyak atau sedikitnya dukungan
sosial (social support) yang mereka dapatkan baik dari keluarga, tetangga dekat maupun
masyarakat pada umumnya.
Keywords:
Striving for superiority,
family, terrorist
Abstract
Terrorism in Indonesia is considered as an extraordinary crime and crimes against
humanity. Therefore, Indonesian people are very antipathy with terrorism and will not
confer any chance to terrorism activities. The negative stigma given by Indonesians,
whether it is directly or indirectly, will not affect people's perception to terrorist family.
Negative society perceptions against terrorists and their families will make them feel
isolated from their environment including non-acceptance to their children in the school
environment. The purposes of this study were to find out how striving for superiority could
be conducted by the terrorist families and how they strived to release from negative
stigma. The research method used in this study was the qualitative method with
exploratory approaching. Data analysis utilized was descriptive inductive technique which
collated after recording process of special phenomena merged. Collecting the data used
interviews which were held directly by the researchers in the family of terrorists. Based on
this study, striving for superiority performed by terrorist family is patiently, to accept
what they are, and to disregard toward negative society stigma, the later asks them to open
up themselves, to take care of social interaction with their neighborhood, and to commit
social activities. Moreover, mental condition of the family deceased was affected by the
amount of social support acquired from family or their surroundings.
© 2018 Universitas Negeri Semarang
Alamat korespondensi:
Fakultas Psikologi, Universitas Setia Budi Surakarta,
Jl Letjed Sutoyo Mojosongo Solo. 57127
joko_psi05@yahoo.com
p-ISSN 2086-0803
e-ISSN 2541-2965