PENGARUH FREKUENSI LATIHAN KEBUGARAN JASMANI DENGAN DENYUT NADI DI DESA SENTUL TEMBELANG JOMBANG Rifa’I 1 , Rosa Purwanti 2 , Fitri Firranda N 3 1,2,3 STIKes Pemkab Jombang ners.rifai@gmail.com ABSTRAK Pendahuluan : Denyut nadi yang terlalu tinggi atau rendah bisa menunjukkan adanya masalah kesehatan Metode : Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pra- eksperimental menggunakan rancangan One-Group Pra-Post Test Design menggunakan uji analisis T-test. Populasi seluruh wanita yang berusia 20-50 tahun yang mengikuti latihan kebugaran jasmani sebanyak 35 orang.sampel yang digunakan menggunakan total sampling.Hasil : Jadi harga t hitung =18.083 ≥ harga ttabel = 2.032 dan dengan tingkat signifikansi 0.000 ≤ 0.05 Artinya ada pengaruh kebugaran jasmani dengan denyut nadi di desa sentul kecamtan tembelang kabupaten jombang.Pembahasan : Perubahan terjadi karena adanya respon adaptasi kardiovaskuler terhadap latihan kebugaran jasmani yang diberikan secara teratur. Latihan secara teratur akan mencapai tingkat kebugaran jasmani yang baik dan denyut nadi dalam batas normal. Kata kunci : denyut nadi; frekuensi; kebugaran jasmani ABSTRACT Introduction: An excessively low or low pulse may indicate a health problem. Methods: The research method used in this study was Pre-experimental using the One-Group Pre-Post Test Design design using T-test analysis. Population of all women aged 20-50 years who attended physical fitness exercise as many as 35 people. Samples used using total sampling. Result: So the price t arithmetic = 18.083 ≥ ttable price = 2.032 and with a significance level of 0.000 ≤ 0.05 This means there is influence physical fitness with pulse in the village sentul kecamtan tembelang jombang.Disscussion: Changes occur because of the response of cardiovascular adaptation to physical fitness exercises are given regularly. Exercise regularly will achieve a good level of physical fitness and pulse within normal limits. Keywords: pulse; frequency; physical fitness PENDAHULUAN Kebugaran jasmani merupakan kondisi jasmani yang bersangkutan dengan kemampuan fungsi tubuh dalam melakukan pekerjaan secara optimal dan efisien. Kebugaran jasmani erat kaitannya dengan kegiatan manusia dalam melakukan pekerjaan dan bergerak. Secara umum, yang dimaksud kebugaran jasmani adalah kebugaran fisik (physical fitness), yaitu kemampuan seseorang melakukan kerja sehari-hari secara efisien tanpa mengalami kelelahan yang berarti sehingga masih mampu menikmati waktu luangnya (Djoko Pekik Irianto, 2004: 2-3). Kebugaran jasmani dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satu diantaranya adalah dengan aktivitas fisik atau