724 724 Seminar Nasional Teknologi Informasi Dan Komunikasi (SEMNASTIK) X Palembang-Indonesia, 19 Oktober 2018 ANALISIS TINGKAT KEMATANGAN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS PADA RS „XYZ‟ MENGGUNAKAN COBIT 4.1. Djoko Harsono 1 , Rini Sulistiyowati 2 , Lani Florian Tri Nugraha 3 Jurusan Sistem Informasi, STMIK Indonesia 123 E-mail : djoko_fik@yahoo.co.id 1 , s_rinies@yahoo.com 2 lanifloriantn@gmail.com 3 Jl. Siantar No.6 Cideng - Gambir, Jakarta Pusat, 10150 Abstrak Peran teknologi informasi dalam suatu instansi sudah tidak dapat dielakkan lagi, mengingat perkembangannya yang begitu pesat seiring berjalannya waktu. RS. „XYZ‟ sebagai salah satu instansi yang bergerak dibidang pelayanan kesehatan. Dalam pemanfaatan sistem informasi yang dilakukan dalam menggunakan teknologi informasi, maka kesalahan yang terjadi dapat berdampak fatal bagi instansi. Untuk menghindari hal tersebut dibutuhkan kerangka kerja yang memadai sehingga seluruh resiko yang ada dapat diidentifikasi dan dikelola dengan baik. Penelitian ini mengukur tingkat kematangan sistem informasi rekam medis pada RS. „XYZ‟ dengan menggunakan kerangka kerja COBIT 4.1 untuk kemudian diberikan rekomendasi agar tingkat kematangannya dapat meningkat. Berdasarkan hasil pengukuran tingkat kematangan ini, sistem informasi rekam medis pada RS. „XYZ‟ rata-rata berada pada level 3 (defined), dengan rata-rata nilai indeks 3.24. Hal ini artinya, proses sistem informasi rekam medis pada RS. „XYZ‟ sudah didokumentasikan dan telah dikomunikasikan. Pengukuran ini diharapkan dapat membantu proses evaluasi pada sistem informasi rekam medis pada RS. „XYZ‟ agar bisa berkembang sesuai dengan kebutuhan dan harapan pada tujuan bisnis. Kata Kunci : COBIT 4.1, Tingkat Kematangan, Analisis Sistem Informasi. 1. PENDAHULUAN Penerapan tata kelola teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat ini sudah menjadi kebutuhan dan tuntutan pada setiap instansi, termasuk juga penyelenggara pelayanan publik. Kesadaran akan pentingnya teknologi informasi dalam mendukung proses bisnis perusahaan semakin meningkat. Peran TIK dalam upaya peningkatan kualitas layanan informasi merupakan satu hal yang harus diperhatikan dalam proses bisnis instansi. Sebaliknya, kegagalan penerapan TIK akan berdampak fatal bagi instansi/perusahaan. Untuk itu, diperlukan kerangka kerja yang baik sehingga kegagalan penerapan TIK tidak akan terjadi. Dengan kerangka kerja yang memadai, seluruh resiko yang ada dapat diidentifikasi dan dikelola dengan baik. Hasilnya, membantu perusahaan menciptakan nilai yang optimal dari teknologi informasi dengan memelihara keseimbangan antara merealisasikan manfaat dan tingkat risiko yang dapat diterima serta penggunaan sumber daya.Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan pemahaman lebih jauh mengenai bagaimana teknologi dioperasikan dan kemungkinan dikendalikan secara sukses untuk meningkatkan keuntungan yang kompetitif.