ISSN 2685-0605 Journal of The Civil Engineering Student Volume 4, Nomor 3, Desember 2022, Halaman 211-217 211 Stabilisasi Tanah Jalan Elak Kota Lhokseumawe dengan Abu Vulkanik terhadap Indeks Plastisitas Tanah Titi Zahara 1* , Munirwansyah 2 , Banta Chairullah 3 1* Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, Universitas Syiah Kuala Jalan Syech Abdurrauf No.7 Kopelma Darussalam Banda Aceh 23111, Indonesia 2,3 Dosen, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Syiah Kuala Jalan Syech Abdurrauf No.7 Kopelma Darussalam Banda Aceh 23111, Indonesia 1 titizahara@mhs.unsyiah.ac.id * , 2 nir_geotechnical@unsyiah.ac.id, 3 chairullah_bant79@unsyiah.ac.id *Corresponding author Abstract Clay is soil that has a weak soil bearing capacity and has a high potential for shrinkage because it is very sensitive to changes in air content. This soil must be stabilized first if it is to be used as a subgrade to avoid damage such as cracks, bumpy roads and so on. In this study, the stabilizing material used was volcanic ash from Mount Burni Telong with proportions of 7.5%, 10%, 12.5% and 15%. The purpose of this study was to determine the effect of volcanic ash on the PI value of the soil and to obtain the minimum soil density limit when in the field. The tests carried out in the laboratory were the natural soil moisture content, grain size analysis, Atterberg limits, specific gravity, compaction (proctor standard). The borrowed area soil from the Jalan Elak area is classified as group A-7-5 (34) based on the AASHTO system and group CH based on the USCS system. The natural soil moisture content was 29.38%. The specific gravity value increased from 2.65 to 2.69 at the percentage of 15%. The PI value decreased from 32.19% to 26.60% at a percentage of 12.5%. Keywords: Stabilization, Clay Soil, Volcanic Ash, Plasticity Indeks, Density Abstrak Tanah lempung adalah tanah yang memiliki kekuatan daya dukung tanah yang lemah dan memiliki potensi kembang susut yang tinggi dikarenakan sangat peka terhadap perubahan kadar air. Tanah ini harus distabilisasi terlebih dahulu jika ingin digunakan sebagai subgrade agar tidak terjadi kerusakan seperti retak, jalan bergelombang dan lain sebagainya. Pada penelitian ini, bahan stabilisasi yang digunakan adalah abu vulkanik Gunung Burni Telong dengan persentase 7,5%, 10%, 12,5% dan 15%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh abu vulkanik terhadap nilai PI tanah dan mendapatkan batas minimum nilai kepadatan tanah saat di lapangan. Adapun pengujian yang dilakukan di laboratorium adalah kadar air tanah asli, analisa ukuran butiran tanah, batas-batas Atterberg, berat jenis, pemadatan (standar proctor). Tanah borrow area Jalan Elak dikategorikan sebagai kelompok A-7-5 (34) berdasarkan sistem AASHTO dan kelompok CH berdasarkan sistem USCS. Kadar air tanah asli diperoleh sebesar 29,38%. Nilai berat jenis meningkat dari 2,65 menjadi 2,69 pada persentase 15%. Nilai PI menurun dari 32,19% menjadi 26,60% pada persentase 12,5%. Kata kunci: Stabilisasi, Tanah Lempung, Abu Vulkanik, Indeks Plastisitas, Kepadatan 1. Pendahuluan Konstruksi ialah sebuah kegiatan membangun sarana dan prasarana seperti bangunan, jalan dan lain sebagainya yang diletakkan di atas tanah. Tanah harus memiliki daya dukung yang cukup sehingga saat beban bekerja pada tanah tersebut, tanah mampu menahannya. Oleh karena itu sebelum melakukan konstruksi, sangat penting untuk melakukan penyelidikan tanah untuk mengetahui karakteristik dari tanah tersebut sehingga kita bisa mengetahui apakah tanah tersebut mampu menahan beban yang ada di atasnya atau tidak. Salah satu jenis tanah yang banyak dijumpai di alam adalah tanah lempung. Tanah lempung merupakan tanah yang memiliki perilaku mudah untuk mengembang dan menyusut dikarenakan tanah ini sangat mudah menyerap air [1]. Tanah lempung tersusun dari tiga mineral utama yaitu kaolinite, illite dan montmorillonite [2]. Urutan mineral lempung terburuk dimulai dari montmorillonite, illite, dan kaolinite [3]. Tanah lempung tidak bisa digunakan sebagai tanah dasar (subgrade) dikarenakan tanah ini sangat peka terhadap air. Jika dalam konstruksi jalan raya, tanah yang digunakan sebagai subgrade adalah tanah