92 J. Vis. Art & Design, Vol. 7, No. 2, 2016, 92-115
Received June 8
th
, 2015, Revised August 29
th
, 2015, Accepted for publication January 29
th
, 2016.
Copyright © 2016 Published by ITB Journal Publisher, ISSN: 2337-5795, DOI: 10.5614/j.vad.2016.7.2.2
Kain Songket Palembang dengan Penerapan Teknik Batik
sebagai Produk Fesyen
Nadina Sukma Salim
Faculty of Art and Design, Institut Teknologi Bandung,
Jalan Ganesa No. 10 Bandung 40132, Indonesia
Email: nadinasalim@gmail.com
Abstrak. Minimnya perkembangan motif Songket Palembang dan menghadapi
kemunculan ‘songket’ mesin yang harga jualnya jauh lebih murah membuat
beberapa pengrajin tenun songket asli menggunakan material alternatif, seperti
sutera campuran, benang emas campuran, dan lain-lain untuk tetap bertahan.
Semaraknya tren batik di Indonesia sejak UNICEF menetapkan batik sebagai
warisan tak benda asli Indonesia, namun banyak masyarakat dalam dan luar
Palembang yang tidak kenal dengan Batik Palembang. Kenyataannya, karena
ketidakpahaman ini dan karena sisi ekonomis menyebabkannya sebagian
masyarakat terpaksa memilih tekstil hasil industri pabrik dibanding karya asli
daerah. Akhirnya, kepentingan untuk mempopulerkan motif batik Palembang
yang mulai terlupakan juga menjadi kepentingan penelitian ini, selain kebutuhan
akan variasi baru kreasi kain Songket Palembang. Hubungan dengan Cina dan
India memberikan pengaruh dalam beberapa ragam hias dan warna pada kain
Songket Palembang. Kesultanan Palembang Darussalam membeli benang emas
dari Cina untuk ditenun menghiasi Songket Palembang sebagai pakaian mewah
kalangan bangsawan wanita. Berdasarkan kuantitas benang dan motif yang
diterapkan di dalamnya, kain songket berbeda bagi golongan penggunanya.
Diketahui, sebagai komoditi dagang dari Jawa, batik juga dikenakan oleh
masyarakat Palembang. Motif-motif tertentu digemari dan menjadi ciri khas
motif Palembangan hingga kini. Batik Palembang tidak dibuat di Palembang
melainkan di Pesisir Jawa. Oleh karena itu, motifnya merupakan paduan ragam
hias flora fauna Palembang dan corak songket selain motif India dan daerah
pembuatnya. Akhirnya, salah satu solusi yang ditawarkan untuk keragaman
variasi ini adalah menerapkan teknik batik di atas permukaan kain Songket
Palembang sebagai salah satu cara menghias permukaan kain. Penerapan ini
dapat dilakukan karena kain terbuat dari benang sutera alam. Menggunakan
mode kualitatif, data-data didapat melalui literatur, wawancara dan observasi non
partisipatoris di tempat pengrajin songket dan batik. Menggunakan metode
triangulasi data didukung pendekatan berbagai disiplin terkait untuk
menghasilkan karya eksperimentatif, penelitian ini bertujuan untuk memberikan
variasi baru pada kain Songket Palembang dengan penerapan teknik batik di
atasnya, sebagaimana belum pernah ada yang pernah melakukan hal seperti ini
sebelumnya. Proses berkarya dimulai dari perancangan yang mengangkat motif-
motif batik Palembang mengikuti estika karya Palembang yang repetitif dan
geometris terukur. Hasilnya teknik batik dapat diterapkan di atas permukaan kain