1 Copyright © 2024 Khotimatul Rosidah, Aufa Daffa Lutfiana, Clarisma Avistha Lestari, Miftah Nugroho LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya ISSN online: 2548-9588 ISSN print.: 1907-3607 http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/lite Published by Universitas Dian Nuswantoro, Semarang Lexical and cultural meaning Mitoni tradition of Javanese society in Plumbungan Village, Banyudono, Boyolali: An ethnolinguistic studies Khotimatul Rosidah 11 , Aufa Daffa Lutfiana 1 , Clarisma Avistha Lestari 1 , Miftah Nugroho 1 1 Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami No.36, Surakarta, Indonesia Article History Abstract Submitted date: 2024-01-16 Accepted date: 2024-03-21 Published date: 2024-03-25 Mitoni is one of the seven monthly traditions of pregnant women carried out by the Javanese community; each series of events and ubarampe has its meaning for the community. This study aims to describe the lexical and cultural meanings of the series of events and ubarampe in the mitoni tradition in Boyolali Regency. This research is ethnolinguistic in nature because it explains the relationship between language and culture in Plumbungan Village, Banyudono District, Boyolali Regency. This research is a qualitative descriptive study. Data collection methods used participatory observation followed by recording techniques and note-taking techniques. Methods of data analysis using the equivalent method. The results of this study indicate that the lexicon in the mitoni tradition is (1) sesajen, (2) siraman, (3) mecah tigan, (4) brojolan, (5) solan salin, and (6) kondangan. While the ubarampe found were (1) kembang, (2) banyu pitung sumur, (3) jimbeng, (4) gedhang raja, (5) kinang, (6) takir pontang, (7) duit koin, (8) jarik lumpatan, (9) cengkir, (10) jenang procot, (11) tumpeng, (12) gudhangan, (13) rujak, (14) tigan jawa, and (15) jenang cenil. Each of these lexicons has a symbol of life for the Banyudono people. Keywords: lexical meaning; cultural meaning; Mitoni; ethnolinguistic Abstrak Kata Kunci: makna leksikal; makna kultural; Mitoni; etnolinguistik Makna Leksikal dan Kultural Tradisi Mitoni Masyarakat Jawa di Desa Plumbungan, Banyudono, Boyolali: Kajian Etnolinguistik Mitoni merupakan salah satu tradisi tujuh bulanan ibu hamil yang dilakukan masyarakat Jawa, setiap rangkaian acara dan ubarampe memiliki makna tersendiri bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna leksikal dan kultural dari rangkaian acara dan ubarampe pada tradisi mitoni di Kabupaten Boyolali. Penelitian ini bersifat etnolinguistik karena menjelaskan hubungan antara bahasa dan budaya di Desa Plumbungan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi partisipatif, kemudian dilanjutkan dengan teknik rekam dan teknik catat. Metode analisis data menggunakan metode padan. Hasil penelitian ini menunjukkan leksikon dalam tradisi mitoni yaitu (1) sesajen, (2) siraman, (3) mecah tigan, (4) brojolan, (5) solan salin, dan (6) kondangan. Sementara ubarampe yang ditemukan yaitu (1) kembang, (2) banyu pitung sumur, (3) jimbeng, (4) gedhang raja, (5) kinang, (6) takir pontang, (7) duit koin, (8) jarik lumpatan, (9) cengkir, (10) jenang procot, (11) tumpeng, (12) gudhangan, (13) rujak, (14) tigan jawa, dan (15) jenang cenil. Setiap leksikon tersebut memiliki simbol kehidupan bagi masyarakat Banyudono. Corresponding author: khotimatul539@student.uns.ac.id