Insafiati Nurafiah, Tri Yuni Iswati, Kahar Sunoko / Jurnal SENTHONG 2019 405 STRATEGI PENDEKATAN MULTI HAZARD PADA DESAIN RESORT HOTEL UNTUK MEMINIMALISIR KERUGIAN AKIBAT BENCANA DI KAWASAN PANTAI INDRAYANTI GUNUNGKIDUL Insafiati Nurafiah, Tri Yuni Iswati, Kahar Sunoko Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta Insafiatyn18@gmail.com Abstrak Strategi desain yang digunakan pada resort hotel di kawasan yang berpotensi bencana adalah dengan penanganan yang dapat mengurangi kerugian akibat bencana yang terjadi. Resort hotel yang dirancang adalah resort hotel yang dapat mewadahi kegiatan pengunjung, namun tetap responsif terhadap potensi bencana di lokasi yang dapat terjadi sewaktu-waktu, sehingga bangunan resort hotel dapat memberikan kesan nyaman dan aman bagi pengunjung. Pendekatan multi hazard dipilih sebagai strategi desain pada bangunan resort hotel di kawasan Pantai Indrayanti Gunungkidul. Pendekatan multi hazard digunakan untuk meminimalisir kerusakan akibat bencana yang terjadi di sekitar lokasi, baik kerusakan fisik maupun non fisik. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan tahapan berupa penentukan gagasan pemikiran, pengumpulan data, penganalisisan data, perumusan konsep perencanaan, dan perancangan resort hotel yang diinginkan. Strategi desain resort hotel dengan pendekatan multi hazard berpedoman kepada Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) yaitu standar bangunan tahan puting beliung, standar bangunan tahan gempa, dan standar jalur evakuasi pada bangunan. Standar bangunan tahan puting beliung menghasilkan desain bangunan berupa struktur rigid frame, core, dilatasi dan penggunaan kontruksi baja IWF. Standart bangunan tahan gempa menghasilkan desain bangunan berupa bentuk denah, massa bangunan, pengolahan site, penggunaan kontruksi kuda-kuda, penggunaan pondasi plat beton, penggunaan laminated rubber dan penggunaan pondasi batu kali. Standar jalur evakuasi pada bangunan menghasilkan desain berupa jalur evakuasi dalam bangunan, jalur evakuasi luar bangunan dan jalur evakuasi kendaraan. Kata kunci: Resort hotel, multi hazard, Gunungkidul 1. PENDAHULUAN Perkembangan zaman yang semakin modern saat ini, mengharuskan manusia bekerja dengan keras untuk dapat mencukupi kebutuhannya. Seperti pepatah yang menyatakan bahwa time is money membuat banyak manusia menyibukkan dirinya untuk bekerja dan mendapatkan uang. Data riset yang dikeluarkan oleh Business Insider (2016) menyatakan bahwa seseorang dapat menghabiskan 90.000 jam atau 10 tahun dalam waktu hidupnya untuk bekerja. Menurut Business Insider (2016) tingginya tuntutan dan tekanan dalam pekerjaan dapat membuat seseorang mengalami masalah kejenuhan yang berimbas pada menurunnya tingkat produktifitas pekerjaan, sehingga dibutuhkan sarana yang dapat mengatasi kejenuhan tersebut, salah satunya adalah dengan bersantai dan rekreasi. Menurut (BAKORNAS, 2007) Indonesia menduduki urutan ke-6 sebagai negara terindah di dunia. Indonesia memiliki banyak tempat yang menarik dan indah, sehingga banyak turis mancanegara maupun domestik yang berkunjung untuk menikmati keindahan alam. Salah satu wilayah yang memiliki keindahan alam adalah Gunungkidul Yogyakarta. Gunungkidul merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki potensi pariwisata yang cukup tinggi. Tahun 2017 tercatat sebanyak 72 objek wisata di Gunungkidul. Data statistik (BPS) menjelaskan bahwa potensi wisata di Gunungkidul diikuti dengan potensi wisatawan baik mancanegara maupun domestik yang cukup tinggi pula. Pada tahun 2017 tercatat sebanyak 2.992.897 orang yang menjadikan Gunungkidul sebagai tujuan wisata.