Jurnal Manajemen Kreatif dan Inovasi Volume 3 Nomor 4, Oktober 2025 e-ISSN : 2986-3260; p-ISSN : 2986-4402; Hal 55-62 DOI: https://doi.org/10.59581/jmki-widyakarya.v3i4.5629 Tersedia: https://ifrelresearch.org/index.php/jmki-widyakarya Naskah Masuk: 06 September, 2025; Revisi: 20 September, 2025; Diterima: 05 Oktober, 2025; Terbit: 08 Oktober, 2025 Analisis Pengembangan Wisata dan Branding Wisata terhadap Occupancy Raja Hotel Samosir Parbaba Rendy Gultom 1* , Nana Dyki Dirbawanto 2 , Onan Marakali Siregar 3 1-3 Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara, Indonesia *Penulis Koresprodensi: rendygultom2@gmail.com 1 Abstrack. Tourism development plays a vital role in attracting visitors, while destination branding contributes to shaping a positive image and a strong identity for the destination. This study employed a qualitative descriptive approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the hotel owner, manager, and staff. The aim of this research is to analyze the influence of tourism development and destination branding on the occupancy rate at Raja Hotel Samosir Parbaba. The findings reveal that tourism development around Parbaba White Sand Beach has positively contributed to increasing hotel occupancy, particularly through infrastructure improvements and enhancement of local attractions. Meanwhile, the hotel's branding strategies—highlighting Batak local culture, digital promotion, and local wisdom-based guest experiences—have successfully created a unique appeal for tourists. The synergy between tourism development and branding has proven effective in boosting occupancy rates, especially during holiday seasons and local events. This study concludes that integrated tourism development and destination branding not only increase the number of visitors but also strengthen the hotel's position in the tourism industry. Therefore, sustainable tourism development and appropriate branding strategies are essential for enhancing the competitiveness of hotels and the broader hospitality sector in tourist destinations. Keywords: Destination Branding; Hotel Occupancy; Raja Hotel Samosir; Samosir Island; Tourism Development. Abstrak. Pengembangan wisata menjadi faktor penting dalam menarik kunjungan wisatawan, sementara branding wisata membantu membentuk citra positif dan identitas destinasi yang kuat Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan pemilik, manajer, serta staf hotel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan wisata dan branding wisata terhadap tingkat hunian ( occupancy) di Raja Hotel Samosir Parbaba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan wisata di sekitar Pantai Pasir Putih Parbaba memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan occupancy hotel, khususnya melalui perbaikan infrastruktur dan peningkatan atraksi lokal. Sementara itu, strategi branding wisata yang dilakukan hotel dengan mengangkat budaya lokal Batak, promosi digital, dan pengalaman menginap berbasis kearifan lokal, berhasil menciptakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Kombinasi antara pengembangan wisata dan branding wisata secara sinergis mampu meningkatkan tingkat hunian hotel, terutama pada musim liburan dan event lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan dan branding wisata yang terintegrasi tidak hanya berdampak pada peningkatan jumlah pengunjung, tetapi juga memperkuat posisi hotel dalam industri pariwisata. Oleh karena itu, upaya pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan strategi branding yang tepat sangat diperlukan dalam meningkatkan daya saing hotel dan sektor perhotelan di daerah wisata. Kata kunci: Branding Wisata; Occupancy; Pengembangan Wisata; Raja Hotel; Samosir. 1. LATAR BELAKANG Sektor pariwisata kini menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi wilayah, tidak hanya karena kontribusinya terhadap pendapatan daerah, tetapi juga perannya dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat identitas budaya, serta mempercepat pembangunan infrastruktur. Dalam konteks global, tren pengembangan destinasi wisata semakin dipengaruhi oleh pemanfaatan teknologi dan strategi branding yang kuat. Hal ini sejalan dengan pandangan Kapllani (dalam Siregar et al., 2019), yang menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communication