1 MAKALAH SIDANG AKHIR SKRIPSI PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS SAINS TEKNIK DAN DESAIN UNIVERSITAS TRILOGI 2025 Judul : Analisis Risiko Rantai Pasok Standar Operasional Bibit Ikan Gurame (Studi Kasus: Saladab Farm di Legok Kabupaten Tanggerang Banten). Nama/NIM : Rizki Hardiansyah/21105013 Pembimbing : Muhamad Karim. SP., M.Si Waktu : 10:00 s/d Selesai ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merumuskan strategi mitigasi risiko pada rantai pasok standar operasional bibit ikan gurame di Saladab Farm, Legok, Kabupaten Tangerang dengan menggunakan model Supply Chain Operations Reference (SCOR) dan metode House of Risk (HOR). Model SCOR digunakan untuk memetakan lima aktivitas utama dalam rantai pasok, yaitu perencanaan, pengadaan, produksi, distribusi, dan pengembalian. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa kelima aktivitas tersebut belum berjalan secara optimal akibat berbagai faktor risiko yang berpotensi mengganggu kelancaran proses produksi. Melalui HOR tahap 1, diidentifikasi 19 peristiwa risiko dan 19 penyebab risiko yang diklasifikasikan ke dalam tiga kategori prioritas berdasarkan nilai Aggregate Risk Potential (ARP). Risiko dengan nilai ARP tertinggi berasal dari perubahan lingkungan (suhu, pH, oksigen) yang berdampak pada sistem pemijahan (ARP = 4710), diikuti oleh teknik pemijahan yang belum optimal (ARP = 2776), serta infeksi pada larva (ARP = 2700). Pada HOR tahap 2, dirumuskan 18 tindakan mitigasi berdasarkan nilai Effectiveness to Difficulty Ratio (ETDk), dengan fokus pada tindakan yang memiliki efektivitas tinggi dan tingkat kesulitan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi mitigasi secara terstruktur dapat mengurangi dampak risiko secara signifikan serta meningkatkan efisiensi dan keberhasilan budidaya bibit ikan gurame. Kata kunci: Rantai pasok, SCOR, House of Risk, budidaya ikan gurame, mitigasi risiko. PENDAHULUAN Latar Belakang Sektor perikanan Indonesia berkontribusi dalam penyediaan pangan, lapangan kerja, dan pendapatan masyarakat. Permintaan ikan air tawar seperti ikan gurame meningkat untuk konsumsi rumah tangga dan sektor industri kuliner, perhotelan, serta restoran. Aktivitas usaha perikanan mencakup pra produksi hingga pemasaran sesuai UU RI Nomor 45 Tahun 2009. Ikan gurame merupakan komoditas unggulan dengan potensi pengembangan tinggi. Pertumbuhan produksi ikan gurame didukung oleh perluasan budidaya dan kemajuan teknologi. Pasokan ikan gurame segar dan berkualitas tinggi dibutuhkan sektor komersial. Efisiensi rantai pasok menjadi tantangan dalam menjaga kelancaran distribusi dan mutu produk. Indonesia memiliki potensi besar dalam budidaya ikan air tawar, termasuk ikan gurame. Ikan gurame diminati karena cita rasa, nilai gizi tinggi, dan harga yang stabil. Benih berkualitas tinggi memengaruhi keberhasilan budidaya, pertumbuhan ikan, dan hasil panen. Usaha Bibit Gurame Saladab Farm yang dikelola oleh Bapak Suhada di Legok, Kabupaten Tangerang, menjadi salah satu contoh keberhasilan budidaya gurame di kolam terpal. Penelitian ini bertujuan menganalisis rantai pasok standar operasional bibit ikan gurame di Saladab Farm, Legok, Kabupaten Tangerang, Banten. Data BPS menunjukkan potensi besar perikanan air tawar. Penelitian memberikan gambaran proses rantai pasok serta mengidentifikasi tantangan dalam pengelolaannya. Tantangan meliputi koordinasi yang terbatas antara petani, distributor, dan pembeli, kurangnya standar operasional, serta ketidakseimbangan pasokan dan permintaan. Tujuan penelitian untuk memberikan rekomendasi dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi rantai pasok agar kualitas bibit tetap terjaga. Pemeriksaan dilakukan untuk menciptakan sistem rantai pasok yang konsisten. Identifikasi risiko, kesulitan, dan peluang peningkatan dilakukan dengan metode House of Risk (HOR) dan Supply Chain Operations Reference (SCOR). Fokus kajian pada standar operasional rantai pasok bibit ikan gurame. Analisis menghasilkan rekomendasi strategis yang mendukung efektivitas, efisiensi, dan keberlanjutan rantai pasok. Hasil penelitian diharapkan berdampak positif bagi petani hingga konsumen akhir. Metode digunakan untuk mengukur kinerja rantai pasokan dan membantu menghindari tindakan yang tidak efektif. Manajemen risiko supply chain yang efektif penting untuk mengurangi potensi kegagalan dan meningkatkan kinerja usaha budidaya perikanan. Tujuan Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1. Mengindentifikasi risiko rantai pasok standar operasional bibit ikan gurame.