Kisah Turunnya Surat al-Falaq dan an-Nas: Obat Penghalau Sihir Written by Muhammad Naufal Hakim Islami[dot]co – Di dalam Tafsir Al-Qur’anul Karim, Ibnu Katsir menjelaskan dengan mengutip sebuah hadis riwayat Imam Malik. Bahwa Aisyah berkata, ketika Rasulullah jatuh sakit, maka Rasulullah akan membaca surat Al-Mu’awwidzatain untuk dirinya sendiri dan meniupkannya sebagai obat, termasuk untuk sihir. Namun, ketika rasa sakitnya semakin parah, maka Aisyah akan membacakan surat Al-Mu’awwidzatain dan mengusapkan ke kedua tangan Rasulullah untuk mendapat berkah. Memang, kata Al-Mu’awwidzatain dapat diartikan dengan dua perlindungan. Nama Al-Mu’awwidzatain dinisbahkan kepada dua surat terakhir menurut tartib mushafi, yaitu surat Al-Falaq dan surat Al-Naas. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat surat Al-Falaq dan surat Al-Naas, keduanya bukan saja sama-sama berisi permohonan perlindungan kepada Allah. Namun keduanya juga memiliki sebab turun (asbab al-nuzul) yang sama. Ada satu riwayat dari Ibnu Abbas, ia mengatakan, surat Al-Mu’awwidzatain diturunkan berkenaan ketika pada satu malam Rasulullah tibatiba mengalami sakit keras. Ketika Rasulullah sakit, turun dua Malaikat, satu di samping kepalanya, dan yang satu lagi di samping kakinya. Malaikat yang berada di samping kedua kakinya bertanya kepada Malaikat yang berada di samping kepala Rasulullah; “Apa yang kamu lihat?”. Malaikat yang berada di samping Rasulullah menjawab; “Tabb”.