JURNAL ILMIAH RANGGAGADING Volume 9 No. 1, April 2009 : 45 - 55 ANALISIS ASOSIASI MEREK DAN PENGARUHNYA PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN Studi Kasus pada Ramayana Department Store – BTM Oleh Mumuh Mulyana Mubarak Dosen Tetap Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan Bogor ABSTRACT This research is based on three questions: (1) How is consumer behaviour in buying products ar Ramayana Department Store? (2) What variables are dominant and having chances to be expanded? (3) What brand association do cunsumers have in their mind concering Ramayana Department Store?. Analysis carried out by this research is Respondent Characteristic Analysis and Brand Association Analysis. The result of this research show that competitive price, discount, store location, product selection, and transportation in togetherness manner are able to shape brand association in behalf of Ramayana Department Store – BTM Bogor. The five attributes mentoned above have been internalized in consumers’ mind to depict Ramayana Department Store – BTM Bogor. Keyword: Consumer Behaviour; PENDAHULUAN Dalam era kompetisi yang semakin tajam, banyak perusahaan yang mengubah strategi pemasarannya dengan meletakkan kepuasan konsumen sebagai prioritas pertama dalam mengarahkan kegiatan bisnis mereka. Termasuk dalam hal ini adalah perusahaan yang bergerak dalam bisnis eceran (retail). Bisnis eceran memiliki peran tersendiri dalam perekonomian Indonesia. Dan memang, bisnis semacam ini merupakan bisnis yang ‘menjanjikan’. Kecenderungan yang ada pada masyarakat saat ini, menggambarkan bahwa masyarakat cenderung memilih berbelanja di pasar swalayan (supermarket) walau harga barang di sana lebih mahal dibanding harga barang di pasar tradisional. Salah satu alasan masyarakat memilih pasar swalayan adalah tempat berbelanja di swalayan lebih bersih dan praktis. Dengan peran strategis tersebut, tentu banyak pengusaha yang menginginkan untuk bergerak di bidang tersebut. Namun keinginan yang tinggi tersebut, bukan berarti setiap pengusaha tidak melakukan perencanaan yang matang, sehingga tidak mampu berbisnis dengan ‘baik’. Ditambah dengan pola konsumsi masyarakat yang senantiasa berubah-ubah. Tentunya diperlukan strategi yang memadai untuk bisnis tersebut. Strategi yang dilakukan haruslah komprehensif, dimulai dari dalam perusahaan. Artinya instrumen-instrumen pemasaran yang dapat menarik konsumen untuk melakukan pembelian, harus disiapkan sebaik mungkin. Harga yang bersaing dan beraneka ragamnya produk yang ditawarkan merupakan beberapa pertimbangan konsumen dalam membelanjakan dananya pada perusahaan eceran. Selain promosi yang umumnya dapat membuat orang tertarik, banyak peubah-