PENDAHULUAN Salah satu cara untuk membuka wawasan adalah dengan membaca. Perpustakaan adalah salah satu fasilitas yang disediakan oleh PIP Semarang bagi peserta didik, dalam hal ini taruna, dan mempunyai peran dan fungsi yang strategis dalam mewujudkan keberhasilan pendidikan dan pembentukan pola pikir. Keberadaaan perpustakaan saat ini belum menarik minat taruna untuk meminjam buku bahkan sekedar berkunjung saja. Setiap bulannya perpustakaan PIP Semarang mengalami penurunan jumlah pengunjung dan jumlah buku – buku yang dipinjam oleh taruna. Hal ini mengindikasikan bahwa minat baca taruna tergolong rendah yang dapat dilihat dari jumlah pengunjung perpustakaan yang tidak sepadan dengan jumlah taruna yang ada di PIP Semarang. Rendahnya minat baca taruna merupakan suatu hal yang sangat memprihatinkan. Membaca, yang merupakan salah satu sarana untuk mendapatkan informasi harus dipupuk dan dibina sehingga seseorang akan selalu haus ilmu pengetahuan dan memiliki wawasan yang luas, serta peka terhadap perubahan terkini. Tidak semua orang memiliki kegemaran membaca dan untuk menumbuh kembangkan hal tersebut juga bukan merupakan hal yang mudah. Dalam perkembangannya perpustakaan PIP Semarang telah melakukan perbaikan–perbaikan untuk selalu menarik minat taruna agar mau mengunjungi perpustakaan. Hanya pada saat–saat tertentu saja frekuensi kunjungan dan peminjaman buku naik drastis (peak season), misalnya pada saat ujian semester. Sedikit sekali taruna yang memanfaatkan waktu luang mereka untuk membaca di perpustakaan. ANALISA RENDAHNYA MINAT BACA TARUNA DI PERPUSTAKAAN POLITEKNIK ILMU PELAYARAN(PIP) SEMARANG Merry Oktarina 1 , Sri Purwantini 2 1) Staf Administrasi Jurusan Teknika Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang 2) Sekretaris Jurusan KALK Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Abstrak : Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang sebagai salah satu institusi pendidikan yang mencetak tenaga profesional di bidang maritim dituntut untuk menghasilkan output yang mumpuni dibidangnya. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pengetahuan individu adalah dengan membaca. Minat baca taruna PIP Semarang sebagai peserta didik masih tergolong rendah apabila dibandingkan dengan perguruan tinggi yang lain. Perpustakaan sebagai wahana yang disediakan untuk menangani kebutuhan taruna akan informasi juga belum dimanfaatkan secara maksimal. Masih banyak yang harus dilakukan perpustakaan PIP Semarang untuk turut berpartisipasi menarik minat taruna dalam menggali informasi dan tetap mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini. Taruna sebagai stakeholder harus terus menerus didorong dan dimotivasi untuk terus mengasah ketajaman intuisi dan wawasan keilmuannya melalui membaca. Penelitian ini turut mendalami pola pembinaan minat baca yang sesuai untuk diterapkan kepada taruna. Peningkatan minat baca taruna di perpustakaan diharapkan berbanding lurus dengan kualitas lulusan sebagai salah satu indikator keberhasilan PIP Semarang. Kata kunci : minat baca, taruna, perpustakaan