SISTEM PENGUBURAN DI TANAH KARO DARI MASA PRASEJARAH HINGGA KINI Oleh: Ketut Wiradnyana Balai Arkeologi Medan Abstrak Upaya pengungkapan sistem penguburan di Tanah Karo meliputi bentuk penguburan, wadah kubur, religi dan berbagai relasi dalam konteks sistem penguburan yang terjadi di masyarakat. Tentu metode yang ideal untuk digunakan dalam pengungkapan dimaksud meliputi metode deskriptif-kualitatif dengan relasi-relasi dalam sistem penguburan yang terjadi di masyarakat dalam upaya membantu penerapan metode ekplanatif. Upaya ini diharapkan dapat menjelaskan perkembangan prosesi penguburan primer dan skunder dan berbagai bentuk wadah kubur dalam berbagai periode budaya besar seperti serta relasi-relasinya pada sub sistem penguburan di masyarakat Karo. Kata kunci: bentuk penguburan, wadah kubur, relasi I. PENDAHULUAN I.1. Latar belakang Kebudayaan baik dalam bentuk konsep maupun dalam bentuk materi mengalami perkembangan dari masa ke masa. Selain perkembangan yang terjadi pada sebuah kebudayaan maka sangat dimungkinkan juga terjadi perubahan kebudayaan dimaksud, baik dalam bentuk tataran konsep, pikiran dan adat istiadat maupun dalam tataran bentuk fisik. Perubahan ataupun perkembangan sebuah kebudayaan sangat tergantung dari pendukung kebudayaan dimaksud. Kebudayaan juga dapat mengalami akulturasi, kebudayaan yang telah ada pada masyarakat dipengaruhi oleh kebudayaan yang baru di dimasyarakat. Artinya sebuah kebudayaan yang ada pada masyarakat sekarang ini merupakan hasil dari berbagai proses yang memakan waktu dan juga konsep yang beraneka ragam. Dalam setiap kebudayaan yang ada di masyarakat, kematian merupakan salah satu siklus hidup yang paling banyak mendapatkan perhatian. Berbagai prosesi yang dilaksanakan berkaitan dengan kematian cenderung lebih besar dan raya dibandingkan prosesi siklus hidup yang lainnya. Pada masyarakat Karo di Sumatera Utara, juga menempatkan siklus hidup kematian sebagai sebuah bagian dari kebudayaan yang sangat penting. Prosesi penguburan skunder yang dilaksanakan hingga kini merupakan contoh nyata akan kematian sebagai bagian kebudayaan yang penting sekalipun religi yang dianut telah berubah. Perubahan itu menjadikan berbagai bentuk wadah kubur lama, sudah sangat sulit ditemukan bahkan sebagain sudah tidak ada lagi. Sedangkan wadah kubur yang baru ( tambak) juga secara perlahan sudah mulai ditinggalkan. Dari bentuk wadah kubur-wadah kubur yang ada nampak menujukkan perubahan. Perbedaan prosesi dan penggunaan wadah kubur sangat berkaitan dengan status sosial yang meninggal dan perlakuan berbeda tersebut telah berlangsung dari sejak masa lalu (prasejarah) ketika budaya megalitik itu eksis, ketika masuknya Agama Hindu dan hingga kini, termasuk transisi diantara masa-masa