Paper presented at Seminar Nasional Sustainable Competitive Advantage-1, 23 November 2011, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. PENGIDENTIFIKASIAN DIMENSI-DIMENSI BUDAYA INDONESIA: PENGEMBANGAN SKALA DAN VALIDASI Sabrina Oktoria Sihombing 1) , Feriadi D. Pongtuluran 2 ) sabrinasihombing@gmail.com 1) Dosen Business School Universitas Pelita Harapan 2) Dosen Business School Universitas Pelita Harapan Abstrak Budaya merupakan salah satu topik yang menarik minat peneliti dari beragam disiplin ilmu seperti psikologi, pemasaran, perilaku konsumen, dan disiplin ilmu lainnya. Hal ini karena budaya sebagai salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi perilaku seseorang. Cara mengukur budaya yang sering digunakan oleh peneliti-peneliti ilmu sosial, khususnya dalam penelitian pemasaran dan perilaku konsumen, adalah dengan menggunakan dimensi-dimensi budaya yang dikembangkan oleh Hofstede (1980) dan Hofstede dan Bond (1988). Akan tetapi, studi Hofstede juga mendapat kritik-kritik seperti: (1) mereduksi budaya pada 4 atau 5 dimensi, (2) penelitian telah lama dilakukan, yaitu pada tahun 1967-1973, dan (3) mengukur budaya dengan menggunakan nilai-nilai yang berkaitan dengan pekerjaan. Dengan demikian, walaupun dimensi budaya yang dikembangkan oleh Hofstede memberikan kontribusi dalam memahami dan mengukur budaya, tetapi ada kebutuhan untuk mengembangkan dan mengidentifikasi budaya Indonesia. Hal ini karena didasari belum ada / terbatasnya penelitian yang mengidentifikasi budaya Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dimensi- dimensi budaya Indonesia serta menghasilkan indikator-indikator untuk mengukur budaya Indonesia. Data akan dikumpulkan dengan menggunakan metode survey. Kemudian, data akan dianalisis dengan menggunakan exploratory factor analysis dan confirmatory factor analysis. Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah dimensi- dimensi budaya Indonesia. Kata kunci: budaya, budaya Indonesia, Hofstede, pemasaran, perilaku konsumen Pendahuluan Budaya merupakan salah satu topik yang menarik minat peneliti dari beragam disiplin ilmu. Hal ini karena budaya sebagai salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi perilaku seseorang (Maheswaran & Shavitt, 2000). Seseorang tidak lahir dengan memahami