Laju Pembuatan Sarang Orangutan Pongo pygmaeus morio di Taman Nasional Kutai Kalimantan Timur Yulita Kabangnga 1 , Yanto Santosa 2 , Agus P.Kartono 3 Abstract Density and population size is essential for conservation to assessing a species risk of extinction. Estimates orangutan density commonly used nest count method. Nest building rates (r) is one of parameter to estimating orangutan population, but its known varies across sites. This aim of the study were to estimate nests building rates in Kutai National Park. The study was carried out about 5 months since Oktober 2009 until Pebruari 2010 in Kutai National Park. In this park the study was conducted around the Prefab camp and the Mentoko camp. Mentoko camp was covered by secondary forest and the Prefab camp by primary forest. Data was collected based on focal animal methods during 60 days. Z-test & t-tests were performed to assess differences in nest building rates between two sites and age sex classes using SPSS 16. The results showed that: nest building rates same between sex- ages classes but differences across two site; in Prefab, the rates of orangutan nest building is 1,3 nest/ind/day and Mentoko: 2,17 nest/ind/day. Keywords: Pongo pygmaeus, nest building rates PENDAHULUAN Data tentang distribusi dan jumlah populasi orangutan sangat diperlukan dalam upaya konservasi. Pengetahuan tentang distribusi spesies, kepadatan dan ukuran populasi orangutan sangat penting dalam konserevasi, karena mengumpulkan informasi tersebut merupakan satu-satunya metode yang memadai untuk menilai resiko kepunahan spesies (Husson et al. 2009). Beberapa metode telah digunakan untuk menduga jumlah populasi orangutan baik melalui perjumpaan langsung, maupun dengan metode jejak. Penggunaan metode perjumpaan langsung, sangat sulit karena orangutan sulit dideteksi pada hutan basah, sehingga menggunakan ciri kehadiran orangutan melalui jejak sarang yang dibangun untuk tidur pada malam hari dan kadang-kadang untuk beristirahat disiang hari (Meijaard & Rijksen 2001). Metode yang umum digunakan adalah metode penghitungan sarang untuk menghitung kepadatan orangutan, dimana nilai kepadatan orangutan (D) dipengaruhi oleh kepadatan sarang (d), proporsi orangutan dalam membuat sarang (p), laju orangutan dalam membuat sarang (r) dan lamanya waktu sarang terdekomposisi (t) dengan persamaan sebagai berikut: = Namun dalam implementasinya ditemui beberapa permasalahan antara lain nilai “r yang cukup variatif pada beberapa lokasi seperti pada Tabel 1. Hal tersebut menyebabkan estimasi terhadap jumlah populasi menjadi sangat bervariasi. Dalam pendugaan nilai r, sarang yang diperhitungkan adalah semua sarang yang dibangun orangutan. Prasetyo et al. (2009) 1 Mahasiswa Pascasarjana Institut Pertanian Bogor 2 Staf Pengajar pada Departemen KSHE IPB Bogor 3 Staf Pengajar pada Departemen KSHE IPB Bogor