KULIT DURIAN SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIO-OIL: SUMBER ENERGI TERBARUKAN Suryadi Ismadji Jurusan Teknik Kimia, Unika Widya Mandala Surabaya Jl. Kalijudan 37, Surabaya 60114 e-mail : suryadiismadji@yahoo.com Abstrak Pirolisis kulit durian menjadi bio-oil dilakukan dalam sebuah reactor tubular yang dilengkapi dengan pengontrol suhu (PID controller). Pengaruh ukuran partikel umpan, suhu pirolisis, laju alir gas inert (N 2 ) terhadap yield bio-oil yang dihasilkan telah dipelajari dalam penelitian ini. Ukuran umpan partikel yang dipelajari adalah 8/12 mesh, 16/20 mesh, dan 25/40 mesh. Suhu pirolisis yang digunakan adalah 400-700 o C dengan laju alir gas inert 3, 4, dan 5 Liter/menit. Produk bio-oil yang dihasilkan dianalisa kompisisi bahan kimianya dengan menggunakan GC/MS QP 2010 Shimadzu. Nilai kalor bio-oil yang dihasilkan dianalisa dengan menggunakan Anton Paar calorimeter dengan menggunakan metode ASTM D5868-10ae1. Analisa proximate kulit durian dan bio-char yang dihasilkan dilakukan dengan menggunakan metode ASTM D3173-75. Sedangkan analisa TGA dilakukan dengan menggunakan TGA/DSC star system (Mettler Toledo) dengan gas N 2 sebagai gas carrier. Dari hasil percobaan yang dilakukan diperoleh hasil terbesar bio-oil adalah 49,8% yang diperoleh pada suhu 550 o C dengan ukuran partikel 25/40 mesh. Sedangkan laju alir gas inert tidak berpengaruh pada yield bio-oil yang dihasilkan. Nilai kalor total dari bio-oil yang dihasilkan adalah 26,7 ± 3,1 MJ/kg. Kata kunci : Bio-oil, pirolisis, Kulit Durian Pendahuluan Seiring dengan menipisnya cadangan minyak dunia dan isu lingkungan hidup, berbagai macam penelitian mengenai energi terbarukan sedang giat dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya adalah pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber energi baru dan terbarukan. Secara garis besar teknologi untuk memanfaatkan atau mengkonversikan limbah pertanian sebagai sumber energi terbagi menjadi tiga kategori yaitu: secara biokimia, panas, dan konversi termokimia. Konversi termokimia meliputi proses gasifikasi, pencairan (liquefaction), dan pirolisis (Butler dkk, 2011). Pirolisis merupakan proses konversi termokimia yang penting untuk merubah biomassa limbah pertanian menjadi produk yang lebih berharga: char (padatan), cairan, dan gas. Cairan yang diperoleh dari proses pirolisis merupakan suatu produk yang potensial untuk digunakan sebagai bio-oil. Kandungan senyawa kimia dalam bio- oil adalah berbagai macam asam organik, alkohol, keton, ester, komponen-komponen fenolik, dan lain-lain (Demiral dkk, 2012). Tetapi penggunaan bio-oil ini secara langsung akan menimbulkan berbagai macam kesulitan pada sistem pembakaran karena viskositas yang tinggi, nilai kalor yang rendah, korosif dan tidak stabil. Berbagai macam limbah biomassa dapat digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan bio-oil, seperti tongkol jagung (Demiral dkk, 2012), serbuk gergajian kayu dan kulit gandum (Bertero dkk, 2012), jarak (Pandey dkk, 2012), kayu oak (Ellens dan Brown, 2012), ampas buah-buahan (Ozbay dkk, 2008). Karateristik dari bio-oil yang dihasilkan juga bervariasi dan sangat tergantung dari sumber bahan baku dan kondisi proses. Pada makalah ini disajikan proses pembuatan bio-oil dengan menggunakan bahan baku limbah kulit durian. Pengaruh berbagai macam kondisi proses terhadap yield bio-oil juga dipelajari. Metodologi Penelitian Sebelum digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan bio-oil, kulit durian segar terlebih dahulu dicuci dengan menggunakan air PDAM hingga bersih. Kemudian kulit durian dipotong kecil-kecil dan dikeringkan dalam sebuah oven pada suhu 105 o C selama 24 jam. Kemudian kulit durian kering dihancurkan menggunakan hammer mill JANKE & KUNKEL dan dipisahkan berdasarkan ukuran partikel (8/12, 16/20, dan 25/40 mesh) dengan menggunakan sieve shaker. Analisa proximate dilakukan dengan menggunakan metode